
Petugas medis mengambil sampel penumpang KRL Commuter Line saat tes swab di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020). Tes swab yang dilakukan secara random untuk 300 penumpang dengan mengumpulkan cairan atau sampel dari bagian belakang hidung dan ten
JawaPos.com - Pemerintah dalam hal ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, syarat baru untuk bepergian keluar kota menggunakan kereta api (KA) jarak jauh atau pesawat kini wajib menyertakan hasil rapid test antigen. Dikonfirmasi mengenai wacana ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, hal tersebut masih dilakukan pembahasan dalam rapat bersama Menko Maritim dan Investasi, siang ini.
"Masih menunggu rapat hari ini oleh Pak Menko (Luhut)," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (16/12).
Sebelumnya Luhut menjelaskan, rapid test antigen berbeda dari rapid test antibodi pada umumnya. Biaya rapid test antigen inipun cenderung lebih mahal daripada rapid test antibodi.
baca juga: Wajib Sertakan Hasil Rapid Antigen, Perjalanan Keluar Kota Lebih Mahal
Seperti diketahui, rapid antigen dilakukan melalui prosedur dengan mengambil sampel dari hidung atau tenggorokan untuk kemudian dibawa ke laboratorium dan diperiksa ada tidaknya tanda-tanda materi genetik virus dalam sampel tersebut. Bedanya dari rapid test antibodi, swab antigen langsung mendeteksi keberadaan virus korona, bukan antibodi yang dihasilkan tubuh terhadap virus.
Oleh karena itu, swab antigen dipercaya memiliki hasil yang lebih akurat daripada rapid test antibodi. Menurut Luhut, kebijakan tersebut dilakukan untuk mencegah penularan virus Covid-19 selama libur panjang.
Luhut memastikan keputusan ini merupakan kebijakan pengetatan terukur agar klaster-klaster Covid-19 baru tak meluas seusai liburan. "Rapid test antigen ini memiliki sensitivitas yang lebih baik bila dibandingkan rapid test antibodi," ujarnya dalam keterangannya seperti dikutip, Rabu (16/12).
baca juga: Masuk Jakarta Lewat Bandara Harus Pakai Bukti Rapid Antigen
https://www.youtube.com/watch?v=Or8yuOqZmno

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
