Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 November 2020 | 05.21 WIB

Menaker Sebut Produktivitas Pekerja Indonesia Kalah dari Vietnam

Pekerja saat mengecek ketersediaan stok barang makanan dan minuman di salah satu gudang E-Commerce, Marunda, Jakarta[, Kamis (13/11/2020). Meski sejumlah sektor industri yang lesu selama pandemi Covid-19, Kementerian Perindustrian optimistis industri maka - Image

Pekerja saat mengecek ketersediaan stok barang makanan dan minuman di salah satu gudang E-Commerce, Marunda, Jakarta[, Kamis (13/11/2020). Meski sejumlah sektor industri yang lesu selama pandemi Covid-19, Kementerian Perindustrian optimistis industri maka

JawaPos.com–Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan, daya saing produktivitas pekerja Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Vietnam. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dari segi kompetensi dan produktivitas pekerja secara global.

Ida menyebut, menurut data ILO, tingkat pertumbuhan output tahunan pekerja Indonesia masih rendah bahkan di bawah rata-rata negara dengan penghasilan menengah bawah. Tingkat produktivitas pekerja Indonesia juga di bawah negara pesaing seperti Vietnam.

”Data menunjukkan produktivitas pekerja Indonesia masih tertinggal. Data juga menunjukkan bahwa kita memiliki tantangan dari sisi kompetensi dan produktivitas,” ujar Ida dalam acara diskusi, Sabtu (28/11).

Menurut dia, penyebab rendahnya produktivitas adalah faktor pendidikan yang rendah. Sehingga kemampuan dan kompetensi pekerja pun rendah.

”Masih besarnya persentase pekerja dengan pendidikan SMP ke bawah mengakibatkan banyak pekerja yang masih memiliki skill atau kompetensi rendah,” ucap Ida.

Di sisi lain, Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan dari tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) yakni sebesar 7,07 persen.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Agustus 2020 ada sekitar 138 juta angkatan kerja, yang terdiri atas 128 juta penduduk yang bekerja dan 9,7 juta pengangguran. Terakhir, data BPS menunjukkan ada 29,12 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak pandemi.

Hal tersebut menambah beban di sektor ketenagakerjaan. Selain itu, ada tambahan 2 juta–2,5 juta angkatan kerja baru yang masuk ke pasar kerja setiap tahun. ”Ada kenaikan jumlah penganggur dan TPT yang signifikan, ini akibat dampak pandemi,” ujar Ida.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=WyezGXIBnUA

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore