
Ketua LPSK Hasto Atmojo didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra, di Denpasar, Rabu (25/11). Ayu Khania Pranisitha/Antara
JawaPos.com–Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo mengatakan, sebanyak 39 korban Bom Bali I dan II yang telah melakukan asesmen, akan menerima kompensasi dari LPSK.
”Yang diasesmen itu ada 39 korban terorisme masa lalu. Sebagian ikut pelatihan. Ini masih proses asesmen. Selanjutnya, kita bisa menghitung kira-kira jumlah yang diperoleh masing-masing korban dan mudah-mudahan akhir tahun bisa dibayarkan,” kata Hasto Atmojo seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Rabu (25/11).
Dia mengatakan, jika ada korban yang belum terfasilitasi belum terdaftar, atau belum teridentifikasi, dipersilakan menghubungi LPSK. Dengan cara meminta penetapan dari BNPT sebagai korban, kemudian LPSK akan memfasilitasi kompensasi untuk korban masa lalu.
”Untuk jumlah korban yang telah diasesmen, bisa jadi akan bertambah. Kami mengumumkan supaya korban yang belum terlayani untuk melakukan identifikasi. Mulai dari kategori meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan masa lalu,” kata Hasto.
Asesmen akan dilakukan kembali pada awal 2021 setelah periode asesmen sebelumnya telah tuntas dibayarkan. ”Setelah yang ini selesai dibayarkan baru kita lakukan asesmen lagi. Batasannya Juni 2021 karena undang-undangan mengatakan tiga tahun setelah undang undang itu diundangkan. Jadi kalau lewat dari periode itu korban masa lalu nggak akan dapat fasilitasi lagi,” ucap Hasto.
Sebelumnya, pada (15/10), LPSK telah melaksanakan asesmen terhadap 39 orang korban terorisme dalam peristiwa Bom Bali I dan II. Sejak dikeluarkan PP Nomor 35 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, dan Bantuan Kepada Saksi dan Korban Tindak Pidana terbit, LPSK mengambil langkah akseleratif dengan segera melakukan asesmen serentak terhadap 231 korban terorisme masa lalu, termasuk korban Bom Bali I dan II.
Pembayaran kompensasi dilakukan terhadap korban yang telah memenuhi syarat sesuai aturan serta telah dilakukan verifikasi oleh LPSK.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=72_p_pHN09Y

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
