
SIMULASI: Petugas KPU Surabaya saat melakukan uji coba protokol kesehatan terhadap bakal pasangan calon (bapaslon) yang mendaftar ke KPU. (Umar Wirahadi/Jawa Pos)
Bagi penyelenggara, pilwali Surabaya pada masa pandemi bagai makan buah simalakama. Begini salah. Begitu juga belum tentu benar. Menegakkan protokol kesehatan dengan ketat dicurigai masyarakat. Tapi, melonggarkan protokol juga berbahaya karena bisa menjadi ancaman klaster baru.
UMAR WIRAHADI, Surabaya
Cerita lucu dialami langsung Komisioner KPU Kota Surabaya Subairi. Itu terjadi saat momen verifikasi faktual calon perseorangan pada pertengahan Juli lalu. Didampingi sejumlah petugas panitia pemungutan suara (PPS), Subairi dan tim turun ke perkampungan di Kelurahan Darmo.
Mereka mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Yakni, masker, face shield, dan sarung tangan sekali pakai. ”Kami turun berenam saat itu,” kata Subairi kepada Jawa Pos kemarin (21/9). Kontan saja, warga sekitar menjadi waswas. Saat tahu kedatangan petugas, mereka yang sebagian besar perempuan langsung masuk ke rumah masing-masing. Rupanya, mereka curiga bahwa penyelenggara pemilu tersebut adalah petugas dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
”Akhirnya, kami cuma celingak-celinguk koyok wong gendeng (tolah-toleh seperti orang gila, Red). Padahal, warga ada di dalam rumahnya,” tutur Subairi, lalu tertawa lepas namun tetap mengenakan masker.
Pihaknya terpaksa menemui ketua RT yang rumahnya agak jauh dari gang tersebut. Dia menjelaskan baik-baik bahwa mereka adalah petugas dari KPU yang ingin mengkroscek kebenaran data pendukung calon perseorangan atas nama Muhammad Yasin dan Gunawan. Mendapat penjelasan itu, pihak RT setempat menyampaikan kepada warga. ”Setelah tanya ke warga, rupanya kami disangka mau jemput pasien OTG (orang tanpa gejala, Red),” ujarnya kembali tertawa.
Untuk menghilangkan ketakutan warga, Subairi dan petugas PPS pun melepas face shield. Namun, tetap menjaga jarak dan mengenakan masker. Meski sudah dijelaskan, tidak mudah juga memahamkan warga. Kali ini warga setempat mengira tengah dilakukan pendataan untuk mendapatkan bantuan sembako. ”Mungkin virus korona begitu melekat di benak warga. Sampai lupa kalau ada pilkada,” ucapnya.
Pengalaman ganjil lain juga dialami petugas Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) Wonocolo. Pada awal Agustus lalu, mereka hendak melakukan proses pencocokkan dan penelitian (coklit). Namun, satpam perumahan bersikukuh tidak mengizinkan petugas PPK dan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) untuk masuk. Sebab, di wilayah itu ada seorang warga perumahan yang positif Covid-19. ”Kami sampai debat lama, tapi kami tetap tidak bisa masuk,” tutur Ketua PPK Wonocolo Zainul Masduki.
Setelah dikonsultasikan ke KPU, PPK memilih untuk mengalah. Akhirnya, pihak keamanan perumahan mendata dan menempelkan stiker tanda coklit. ”Baru kali ini tugas PPDP digantikan satpam. Tapi, datanya valid kok,” tutur Zainul, lalu tertawa.
Di tengah pandemi yang membatasi pertemuan fisik, KPU Surabaya memutar otak untuk menemukan inovasi agar informasi seputar pilwali Surabaya bisa diperoleh masyarakat. Nah, caranya memaksimalkan sosialiasi melalui jaringan media sosial (medsos). Salah satunya melalui kanal YouTube KPU Surabaya. Sejauh ini sudah ada 20 video yang diunggah ke kanal tersebut. ”Kami kelola sendiri secara mandiri,” kata anggota tim Media Center KPU Surabaya Agus Arianto.
Viewer-nya pun lumayan. Sudah mencapai 500-an per hari. Sebagian besar pengunjungnya adalah anak-anak muda. Selain YouTube, KPU juga melakukan sosialisasi melalui Facebook, Instagram, dan Twitter.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
