
Ilustrasi pencoblosan. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Soepriyanto menanggali soal wacana pemekaran daerah pemilihan (dapil) pada kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
"Bisa jadi daerah pemilihan pada Pemilu 2024 sudah kurang relevan dengan perkembangan kewilayahan kecamatan di Surabaya. Untuk itu, KPU Surabaya saat ini melakukan kajian daerah pemilihan," ujarnya, Senin (1/6).
Soeprayitno menilai penataan dapil yang lebih adaptif dapat meningkatkan kualitas representasi masyarakat, sehingga kolaborasi berbagai elemen dalam mendukung pembangunan Surabaya menjadi lebih optimal.
“Dengan daerah pemilihan (dapil pada Pileg DPRD Kota Surabaya) yang berpotensi dimekarkan, bisa berimplikasi pada semakin kuatnya semangat pembangunan kota oleh lintas elemen,” imbuh Soepriyanto.
Namun, ia menegaskan potensi pemekaran dapil tidak otomatis berkaitan dengan penambahan kursi di DPRD Surabaya. Kajian lebih difokuskan pada penyesuaian agar selaras dengan perkembangan serta pertumbuhan penduduk.
Kajian KPU Surabaya bertujuan menjaga keterwakilan politik yang proporsional di setiap wilayah. Dengan representasi yang lebih tepat, aspirasi masyarakat bisa tersampaikan secara lebih efektif melalui anggota dewan terpilih.
“Potensi pemekaran daerah pemilihan tidak selalu dipengaruhi bertambah atau tidaknya jumlah kursi DPRD. Yang menjadi perhatian adalah kesesuaian dapil dengan perkembangan wilayah yang ada,” tegas Soeprayitno.
Dalam kesempatan yang sama, pria yang akrab disapa Nano ini menyampaikan bahwa partisipasi pemilih pada Pemilu dan Pilkada 2024 mengalami peningkatan dibanding pelaksanaan pemilu sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan partisipasi pemilih mencerminkan tumbuhnya kesadaran politik warga Surabaya. Hal ini menjadi indikator penting untuk menjaga legitimasi, kualitas demokrasi, dan pembangunan kota.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Profil Kalam Salan, Anggota Parlemen Malaysia yang Kritik Prabowo Pakai Bahasa Jawa
Prediksi Skor Persik Kediri vs PSS Sleman: Macan Putih Diunggulkan Menang
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
Debut di ITB Ultra Marathon 2026, Alumni ITS Langsung Rebut Gelar Juara
Prediksi Skor Getafe vs Lugano: Tamu Datang dengan Modal Positif
Prediksi Skor Bournemouth vs AC Milan: The Cherries Berpeluang Perpanjang Tren Positif
Prediksi Skor Kairat vs Panathinaikos: Wakil Yunani Diunggulkan, Duel Sengit di Kazakhstan
Panser Biru Tanggapi Sanksi PSIS dan Larangan 6 Kali Away Usai Kericuhan di Ciamis
Prediksi OFI Crete vs Bayer Leverkusen: Tuan Rumah Terpuruk, Tim Tamu Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022