
Photo
JawaPos.com - Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan sejak awal pemerintah telah salah memilih diksi new normal saat pandemi virus Korona. Sehingga, banyak masyarakat yang binggung dengan diksi new normal itu.
Akhirnya pemerintah menggantinya diksi new normal dengan adaptasi kebiasaan baru. "Termasuk diksi new normal dari awal diksi itu salah, dan segera diubah. New normal diksi yang salah dan kita ganti dengan adaptasi kebiasaan baru," ujar Yurianto saat peluncuran buku Saleh Daulay di Jakarta, Jumat (11/7).
Walaupun adanya diksi yang salah, kata Yurianto menambahkan pemerintah tetap melakukan sosialisasi mengenai adaptasi kebiasaan baru kepada masyarakat. "Tidak pernah berhenti gaung new normal di mana-mana. Dikedepankan bukan new-nya. Tapi normal-nya," katanya.
Yuri menambahkan walaupun masyarakat binggung dengan istilah new normal tersebut. Namun pemerintah akan terus memperbaikinya dengan mengganti istilah adaptasi kebiasaan baru. "Kami optimis masyarakat binggung. Tapi kami toidak pernah pesimis (untuk terus melakukan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru-Red)," ungkapnya.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat untuk bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru di tengah pandemi virus Korona atau Covid-19 ini. Menurut Jokowi, selama belum adanya vaksin dari Covid-19 ini, maka masyarakat akan berdampingan dengan virus tersebut. Namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat supaya tidak tertular Covid-19.
"Kita harus beradaptasi dengan Covid-19, adaptasi kebiasaan baru. Harus kita mulai dengan kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan. Sehingga masyarakat produktif tapi juga aman dari penularan," ujar Jokowi.
Namun demikian Jokowi menuturkan walaupun masyarakat hidup berdampingan dengan virus Korona karena belum ditemukan vaksin. Tapi masyarakat tidak boleh menyerah untuk melawan virus tersebut. Caranya dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. "Adaptasi kebiasaan baru ini bukan berarti menyerah apalagi kalah. Tidak itu," katanya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=9udImu5go4Q

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
