
Ilustrasi penanganan tenaga media terhadap pasien yang terjangkit virus Korona di Wuhan, Tiongkok. (AFP)
JawaPos.com - Virus korona terus menyebar luas ke lebih dari 10 negara di dunia. Bahkan negara tetangga di Indonesia seperti Singapura dan Malaysia sudah mengonfirmasi sejumlah warga mereka positif virus korona. Untuk mengantisipasi lebih jauh, pemerintah diminta untuk melakukan peringatan perjalanan (travel warning) bagi Warga Negara Indonesia (WNI) menuju daerah terdampak.
Selain Wuhan, Tiongkok, tentunya ada beberapa negara terdampak yang sebaiknya tidak dikunjungi dulu. Sebab virus korona bisa menyebar antar-manusia yang berawal dari pasar hewan di Wuhan, Tiongkok.
"Untuk pencegahan pemerintah harus mendeteksi kemungkinan kasus yang masuk dari negara terdampak atau travel band atau travel warning bila memburuk ke negara terdampak seperti Tiongkok, Jepang, Thailand dan Singapura," kata Pakar Kesehatan dari Universitas Indonesia kepada JawaPos.com, Minggu (26/1).
Tri Yunis menjelaskan cara mendeteksinya adalah semua penumpang pesawat terbang atau laut harus melalui thermal detector (alat pendeteksi suhu). Penumpang harus mengisi alert card di pesawat sebelum masuk ke Indonesia. "Individu bila harus ke negara terdampak harus menggunakan masker khusus. Agar tidak terkena," jelasnya.
Tri Yunis menjelaskan virus korona adalah satu family dengan virus pneumonia, virus SARS, dan virus MERsCor. Hanya spesiesnya (strainnya) berbeda. "Virus ini spesies nya baru. Baru ditemukan di Wuhan Tiongkok," jelasnya.
Sebelumnya Kementerian Kesehatan menyiapkan termoscanner di 135 pintu keluar masuk negara Indonesia. Hal itu bisa mendeteksi siapapun warga yang masuk ke Indonesia jika sedang demam.
“Sebanyak 135 pintu negara baik udara, laut, maupun darat yang jaga petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan. Yang paling awal bisa dideteksi adalah dengan termoscanner untuk mendeteksi suhu tubuh. Kalau ada orang dari luar negeri masuk ke Indonesia dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius, maka posturnya terlihat berwarna merah pada termoscanner,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr. Anung Sugihantono, M.Kes.
Selain itu bandara-bandara di seluruh Indonesia terutama yang mempunyai penerbangan langsung dari Tiongkok, meningkatkan kewaspadaan di antaranya dengan mengaktifkan thermal scanner, memberikan health alert card dan KIE pada penumpang. Dalam kondisi rutin seluruh kedatangan internasional semua selalu dilakukan pemeriksaan termoscanner meskipun tidak ada penyakit yang diwaspadai.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022