
Mendikbudristek Nadiem A Makarim
JawaPos.com–Aliansi Penyelenggara Pendidikan Indonesia (APPI) mengungkapkan hasil survei dan penilaian terhadap kinerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. APPI menjabarkan penilaian terkait efektivitas kebijakan pendidikan era Mendikbud Nadiem Makarim dalam mentransformasi pendidikan di Indonesia.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) merilis Temuan Survei Nasional dari Lembaga Indikator tentang Arah Baru Pendidikan Indonesia Sikap Publik terhadap Kebijakan Kemendikbudristek (19/6). Ketua Dewan Pengarah Aliansi Penyelenggara Pendidikan Indonesia (APPI) Doni Koesoema A, menanggapi dengan skeptis beberapa hasil temuan Indikator.
”Kebijakan Nadiem yang paling populer dan dinilai bermafaat adalah sifatnya belanja, dan penggelontoran uang,” ujar Doni Koesoema A. menanggapi hasil survei tersebut, Minggu (19/6).
Menurut dia, empat program yang populer dan dinilai bermanfaat sifatnya dan masuk dalam kuadran II, yaitu diketahui publik dan dirasakan bermanfaat adalah terkait dengan penggelontoran anggaran pendidikan. Seperti dana BOS yang langsung ditransfer ke rekening sekolah, KIP Kuliah Merdeka, bantuan kuota data internet oleh Kemendikbudristek, dan pembelajaran tatap Muka.
”Kebijakan dana BOS, Nadiem hanya melanjutkan apa yang selama ini sudah ada,” ujar Doni.
Dia menjelaskan, KIP Kuliah dan bantuan kuota adalah kebutuhan nyata selama pandemi. Sedangkan terkait PTM, kebijakan itu populer karena orang tua dan siswa sudah ingin pembelajaran dilakukan secara tetap muka setelah hampir 2 tahun dilanda pandemi.
”Kebijakan ini meskipun populer tidak terkait langsung dengan transformasi pendidikan pada masa depan. Dana BOS dan KIP adalah kebijakan rutin,” ucap Doni.
Terkait Revisi UU Sisdiknas, kebijakan Nadiem masuk dalam kuadran 3, yaitu popularitas program lebih rendah dari 40 persen, dan kurang dari 80 persen warga menilai program tersebut bermanfaat.
Menurut dia, persepsi publik menilai perubahan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tidak banyak manfaatnya. Namun harus waspada bahwa justru terhadap kebijakan yang tidak dianggap bermanfaat tersebut, publik tidak banyak tahu.
”Ini yang harus diwaspadai, karena perubahan UU Sisdiknas akan memengaruhi kebijakan pendidikan di Indonesia,” terang Doni.
Doni mendesak agar Kemendikbudristek menghentikan pembahasan perubahan UU Sisdiknas. Selain itu, Kemendikbudristek juga didesak membentuk Panitia Kerja Nasional yang terdiri tas berbagai macam pemangku kepentingan, dari akademisi sampai praktisi untuk mendesain transformasi pendidikan nasional masa depan.
”Janganlah persoalan RUU Sisdiknas ini diserahkan pada kelompok yang tidak jelas, tidak diketahui siapa yang mendesain, dan dalam prosesnya tidak terbuka kepada publik,” tegas Doni.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
