Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Maret 2020 | 03.41 WIB

Yusril Minta Negara Prioritaskan Nyawa Rakyat, Bukan Perekonomian

Kuasa hukum OSO, Yusril Ihza Mahendra pun mempertanyakan kenapa KPU tidak ingin melaksanakan putusan Bawaslu tersebut. - Image

Kuasa hukum OSO, Yusril Ihza Mahendra pun mempertanyakan kenapa KPU tidak ingin melaksanakan putusan Bawaslu tersebut.

JawaPos.com - ‎Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, Indonesia sedang menghadapi ganasnya wabah virus korona. Pemerintah tidak punya pilihan lain kecuali menyelamatkan nyawa rakyatnya.

Apapun pilihan yang dilakukan pemerintah, apakah melakukan pembatasan keramaian umum bahkan melakukan lockdown, selama itu bertujuan untuk menyelamatkan nyawa rakyat, maka harus dilakukan.

"Pertimbangan ekonomi harusnya menjadi nomor dua. Meskipun bisa dipastikan perkonomian akan hancur. Tetapi itu bukan hanya terjadi pada kita. Semua negara mengalami hal yang sama," ujar Yusril kepada JawaPos.com, Jumat (20/3).

Menurut Yusril, ekonomi bisa dibangun kembali. Tetapi nyawa rakyat yang melayang takkan bisa dihidupkan lagi. Sehingga hal ini menjadi perlu menjadi perhatian bagi pemerintah.

"Ekonomi bisa dibangun kembali. Tetapi nyawa rakyat yang melayang takkan bisa dihidupkan lagi," katanya.

Yusril juga mengatakan, ‎menyelamatkan nyawa rakyat adalah amanat Pembukaan UUD 1945. Negara melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Hak untuk hidup adalah hak setiap orang. Maka ngara wajib melindunginya.

"Pemerintah jangan ragu-ragu memilih apa yang terbaik untuk dilakukan. Jika telah diputuskan suatu langkah, laksanakan dengan konsisten. Jangan menutup-nutupi sesuatu," katanya.

"Terbukalah kepada rakyat, terbukalah kepada dunia tentang apa yang sesungguhnya terjadi di negara kita," tambahnya.

Menurut Yusril, dengan keterbukaan itu negara memanggil semua orang, terutama orang-orang yang dianggap mampu untuk berbuat membantu sesama.

"Ayo kita selamatkan nyawa rakyat! Ayo kita selamatkan bangsa dan negara dari keruntuhan akibat wabah bencana penyakit ini," pungkasnya.

Adapun sampai Jumat (20/3) ini Indonesia memiliki 369 orang yang positif terpapar virus Korona. Kemudian 32 orang meninggal dunia dan dinyatakan sembuh sebanyak17 orang.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=_EdkhYkPLd8

https://www.youtube.com/watch?v=GaQqRGKknXY

https://www.youtube.com/watch?v=W8zR4l5t_AY

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore