
Nadiem Makarim di Istana Negara, Senin (21/10). (Raka Denny/Jawa Pos)
JawaPos.com - Nadiem Anwar Makarim resmi menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) hari ini, Rabu (23/10). Pria yang merupakan menteri termuda di jajaran Kabinet Indonesia Maju itu menggantikan Muhadjir Effendy yang sudah habis masa jabatannya.
Usai prosesi serah terima jabatan, bos sekaligus perintis aplikasi ride hailing Gojek itu mengaku ogah dipanggil dengan sebutan 'bapak'. Nadiem Makarim menyebut lebih nyaman dipanggil dengan panggilan 'mas' saja.
"Hari ini saya masih kaku, masih banyak yang harus dipelajari. Tema hari ini memang sepertinya belajar. Oh iya, saya jangan dipanggil bapak. Panggil mas saja," ujar Nadiem di kantor Kemendikbud, Sudirman, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan saat serah terima jabatan Mendikbud bersama Muhadjir Effendy, Rabu (23/10) siang.
Photo
Mendikbud Nadiem Makarim (kanan) bersama Muhadjir Effendy, Mendikbud periode 2016-2019 saat acara Sertijab Mendikbud di Jakarta, Rabu (23/10). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Nadiem diketahui lahir di Singapura, 4 April 1984. Dia merupakan anak ketiga pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Ayah Nadiem merupakan aktivis sekaligus pengacara kondang di tanah air.
Kendati kelahiran Singapura, Nadiem Makarim mengenyam pendidikan dasar di Indonesia. Nadiem duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama di Indonesia, baru kemudian melanjutkan pendidikan menengah atas di Singapura. Tamat SMA, Nadiem melanjutkan pendidikan ke salah satu universitas Ivy League di Amerika Serikat.
Strata satu Nadiem ditempuh di Brown University jurusan Hubungan Internasional. Pria yang saat ini berusia 35 tahun itu juga sempat mengikuti program student exchange di London School of Economics and Political Science di Inggris.
Nadiem kemudian melanjutkan S2 ke almamater sang ayah, Harvard University, hingga meraih gelar Master of Business Administration. Berbekal ilmu tersebut, Nadiem Makarim kemudian kembali ke Indonesia dan bekerja di perusahaan konsultan bertaraf internasional, McKinsey & Company di Jakarta.
Nadiem setelahnya juga melanglang buana di industri startup teknologi seperti Zalora Indonesia sebagai Co-founder dan Managing Editor. Dia kemudian berpindah perusahaan ke KartuKu dan menjabat sebagai Chief Innovation Officer di perusahaan layanan pembayaran nontunai itu pada 2013-2014.
Setelah pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain, pada 2010 Nadiem Makarim mulai mendirikan startup sendiri yakni Gojek yang kini menjadi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Gojek sampai saat ini dikenal sebagai Super App dan berhasil menjadi startup teknologi paling sukses di tanah air dengan menyandang status Decacorn dengan nilai valuasi mencapai USD 10 miliar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
