Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 November 2018 | 02.42 WIB

Berderai Air Mata, Aminah Masih Berharap Keponakannya Bisa Ditemukan

Siti Aminah, 60, sambil menangis saat mendatangi posko crisis center di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/10). - Image

Siti Aminah, 60, sambil menangis saat mendatangi posko crisis center di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/10).

JawaPos.com - Tim SAR gabungan terus melakukan proses evakuasi korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10). Sebanyak 189 penumpang dan awak pesawat diduga menjadi korban pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkal Pinang itu.


Bahkan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fraksi PKS bernama Murdiman menjadi korban dalam kecelakaan nahas tersebut. Kabar Murdiman hingga kini masih ditunggu oleh keluarga.


Kerabat dari Murdiman, Siti Aminah, 60, mengaku sudah mendatangi posko crisis center Lion Air yang berada di Cawang, Jakarta Timur. Kemudian dia mengaku mendapat nomor bangku dari keponakannya yang juga menjadi korban pesawat Boeing 737 Max 8.


"Nomer bangkunya udah ada 24 C. Namanya juga udah ada di daftar," kata Aminah sambil menangis saat mendatangi posko crisis center di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/10).


Aminah mengaku membawa anak dari Murdiman dari Bangka Belitung untuk mencari barang yang dibawa saat hendak bertolak dari Jakarta menuju Pangkal Pinang. Karena tak bisa menahan tangis, Aminah bersama anak Murdiman tidak jadi mencari barang milik keponakannya itu.


"Di sini saya bawa anaknya mau melihat barang barang bapaknya siapa tahu ada. Tapi belum berani melihatnya," ucapnya berderai air mata.


Sambil mengusap air mata di wajahnya, Aminah bercerita bahwa keponakannya itu ke Jakarta untuk menghadiri rapat kerja di gedung DPR. Kemudian pada Senin (29/10) Murdiman berencana pulang ke daerahnya.


Menurut Aminah, seharusnya Murdiman bertolak ke Pangkal Pinang menggunakan pesawat Garuda. Namun karena mengejar waktu keponakannya itu naik pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.


Saat hendak bertolak ke Pangkal Pinang, Murdiman bersama dengan pendampingnya M Syafei serta sejumlah anggota DPRD Bangka Belitung lainnya yakni Tessa Kausar, Notulen Komisi 4, HK Djunaidi, Komisi 4, Muktar Rasyid, Dollar, Eling sutikno, dan Achmad Mugni.


"Sebenarnya dia naik Garuda bukan Lion, karena buru-buru ngambil pesawat pagi. Jadi dia pindah rupanya, takdirnya nahas begini," ucap Aminah dengan tersedu-sedu.


Memenuhi rasa penasaran dengan kondisi keponakannya, Aminah mengaku sudah mendatangi RS Polri Kramat Jati. Di sana dia telah dites DNA oleh pihak DVI Polri.


Kendati demikian, Aminah masih menaruh harapan kepada tuhan agar keponakannya selamat dari musibah nahas jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.


"Harapannya ketemu masih hidup," harap Aminah berderai air mata.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore