Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Oktober 2018 | 20.36 WIB

Usai Dihajar Gempa, Rumah Makan di Palu Raih Omzet Rp 35 Juta per Hari

Suasana Rumah Makan Depot 88 di Palu, yang omzet per harunya bisa mencapi Rp 35 juta. - Image

Suasana Rumah Makan Depot 88 di Palu, yang omzet per harunya bisa mencapi Rp 35 juta.

JawaPos.com - Hampir dua pekan usai gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Kota Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah, perekonomian di wilayah tersebut perlahan sudah mulai pulih. Pasar dan sejumlah rumah makan sudah mulai buka kembali.


Pantauan JawaPos.com di lokasi, aktivitas pasar yang berada di Kota Palu sudah ramai dijajaki para pedagang dan pembeli. Harga barang yang dijual pun tidak jauh berbeda sebelum Sulteng dilanda musibah.


Seorang pemilik tempat makan Depot 88, Yenny, 40, mengaku sudah mulai aktif berjualan sejak Rabu (3/10) lalu. Namun ada beberapa karyawannya yang belum juga kembali bekerja.


Peristiwa bencana itu pun tidak menyurutkan Yenny untuk kembali mencari pundi-pundi rupiah. Menurutnya saat ini banyak relawan yang berdatangan dari berbagai daerah untuk mencari makan.


Bahkan, dalam sehari pengusaha kuliner ini mampu menjual 1.000 porsi makanan yang dimasak. Omzet tersebut meningkat jauh sebelum wilayah Kota Palu diguncang gempa dan tsunami.


"Saya buka seharian 24 jam, sekarang untuk nasi prasmanan aja 1.000 porsi habis sehari," kata Yenny saat ditemui di Depot 88, Jalan Sultan Hasanuddin, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, Rabu (10/10).


Bahkan jika dihitung total penghasilan Yenny dalam sehari mampu meraup total pendapatan sebesar Rp 35 juta. "Saya jual seporsi Rp 35 ribu setiap harinya kurang lebih 1.000 porsi," ujar Yenny.


Tak hanya itu, seorang penjual nasi kuning bernama Umar, 26, sejak Minggu (7/10) mulai kembali berjualan. Dia mengaku harga makanan yang dijualnya pun tidak naik dan sama sebelum Kota Palu ditimpa bencana.


"Harganya masih sama, satu bungkus nasi Rp 6ribu," aku Umar.


Bahkan dalam jangka waktu satu jam makanan yang dijual Umar habis terjual. "Nggak lama satu jam sudah habis sebanyak 60 bungkus," ucapnya.


Kembali pulihnya aktivitas warga karena penerangan dan pasokan BBM sudah mulai membaik. Meski di beberapa daerah masih terdapat pemadaman listrik secara bergilir.


Untuk diketahui, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pada Selasa (9/10) kemarin 2.010 korban tewas berhasil teridentifikasi. 


Korban tewas paling banyak ditemukan di Palu yang mencapai 1.601 orang. Sementara di Donggala 171 orang dan Sigi 222 orang. Sedangkan korban hilang hingga kini mencapai 671 orang.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore