
Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak
JawaPos.com - Dilantiknya Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Komjen Mochamad Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat terus untuk menggantikan Gubernur Jabar 2013-2018, Ahmad Heryawan terus menuai polemik. Menanggapi perihal itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pelantikan tersebut tidak mendapatkan restu dari Kapolri dan Menkopolhukam. Karena, beberapa waktu lalu mereka sepakat untuk membatalkan kebijakan tersebut.
"Kok sekarang tiba-tiba muncul lagi dan dilantik. Bagi saya aneh, ini pemerintahan ada yang memimpin tidak sih? Kok bisa Menko bilang apa, Mendagri bikin kebijakan apa, nanti Presiden ngomong beda lagi," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (19/6).
Dahnil menegaskan, dilantiknya Iwan tidak memiliki pijakan yang kuat dan akan memunculkan spekulasi politis. Dikarenakan, tidak sesuai dengan UU No 2 tahun 2002 Pasal 28 ayat 3 Tentang Kepolisian, mengingat, Iwan beradal dari perwira kepolisian yang masih aktif.
"UU tersebut menyatakan Anggota Kepolisian Republik Indonesia dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian," tuturnya.
Karena tidak sesuai dengan regulasi yang ada, Dahnil pun menginginkan agar Iwan bisa mematuhi UU yang berlaku jika memang tetap ingin menududuki posisi tersebut.
"Bila Pak Iwan Bule tidak mundur berarti melanggar UU. Oleh sebab itu penting Kapolri menolak permintaan Mendagri," tukasnya.
Namun, berbeda dengan Dahnil, Wakil Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji justru menyatakan penunjukkan Iwan sebagai Pejabat Gubernur Jawa Barat tidak masalah.
"Setidaknya ada tiga undang-undang yang harus jadi acuan yaitu UU Pemda, UU ASN dan UU Kepolisian Negara RI. Kemendagri harus menjelaskan apakah penunjukan tersebut telah sesuai dengan UU tersebut," jelasnya.
Selain itu, Sarmuji juga menuturkan agar sikap pihak Polri harus secara netral jelang Pilkada, meskipun Iwan Bule berasal dari latar belakang kepolisian.
"Polri harus membuktikan kekhawatiran masyarakat bahwa Polri ikut bermain dalam Pilkada adalah tidak benar. Polri harus netral, Jangan sampai wasit ikut menjadi pemain, nanti bisa kacau permainan," tutupnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
