Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 April 2018 | 05.24 WIB

Zaman Berubah, Rhenald Kasali Singgung Penutupan Doli dan Alexis

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali dalam diskusi Penyiapan SDM dan Infrastruktur Pendukung Memajukan Industri yang diselenggarakan Forum Diskusi Ekonomi Politik, Rabu (4/4), di Jakarta. - Image

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali dalam diskusi Penyiapan SDM dan Infrastruktur Pendukung Memajukan Industri yang diselenggarakan Forum Diskusi Ekonomi Politik, Rabu (4/4), di Jakarta.

JawaPos.com - Kebijakan pemerintah dinilai belum lentur untuk menghadapi era industri 4.0. Indonesia harus mengubah kebijakan dan fokus pembangunan agar tetap bisa beradaptasi dan bersaing


Hal itu diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali dalam diskusi Penyiapan SDM dan Infrastruktur Pendukung Memajukan Industri yang diselenggarakan Forum Diskusi Ekonomi Politik, Rabu (4/4), di Jakarta.


“Industri ke depan arahnya berupa platform yang bersifat multi sisi. Dampaknya juga akan menghilangkan dua per tiga pekerjaan. Tetapi jenis pekerjaan akan semakin banyak," ujarnya.


Rhenald mengatakan, sekarang banyak aktivitas beralih ke internet. "Percuma menutup doli, alexis atau kramat tunggak (lokasi prostisusi). Karena mereka akan beralih ke smartphone kita," ujarnya.


Pada kondisi yang sudah berubah itu, tentunya regulasi lama tidak bisa berlaku lagi. Karena itu, perusahaan-perusahaan lama harus beradaptasi dengan kondisi itu agar bisa beradaptasi.


Sementara itu, di tempat yang sama, Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP) Deni Puspa mengatakan, Strategi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan pemerintah pada umumnya sudah tepat.


Dalam situasi yang sudah berubah, tidak bisa membuat strategi spesifik. Pemerintah hanya bisa kembali ke dasar dengan membenahi sumber daya manusia, infrastruktur, dan regulasi. 


“Regulasi harus dibuat lentur agar bisa beradaptasi dengan perubahan yang sedang terjadi. Jika regulasi terlalu kaku, Indonesia akan sulit bersaing,” paparnya.


Anggota Komisi VI DPR RI Eka Sastra menambahkan, apa yang dilakukan Kementerian Perindustrian sudah tepat. Paling tidak hal itu tercermin dari serapan tenaga kerja sektor manufaktur yang meningkat dari 16 juta menjadi 17 juta.


“Pemerintah sudah mulai membenahi kebijakan industri. Karena di masa lalu, industri dikembangkan terpisah dengan perekonomian lain,” paparnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore