
Pemerintah tidak lagi memakai nama Laut Tiongkok Selatan untuk kawasan ZEE di Natuna
JawaPos.com - Indonesia mempunyai nama baru untuk teritori batas wilayah laut. Kalau dahulu, di kawasan utara masih menggunakan nama Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) dengan Laut Tiongkok Selatan, kini tidak lagi. Pemerintah secara resmi mengubahnya menjadi Laut Natuna Utara.
Deputi Kedaulatan Maritin Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno mengatakan, diubahnya nama karena berkaitan dengan kegiatan ekonomi Indonesia di kawasan itu. Terutama, sektor minyak dan gas yang potensinya sangat besar.
’’Sekarang dinamakan Laut Natuna Utara dan mengganti ZEE untuk perairan Laut Tiongkok Selatan,’’ ujarnya, Jumat (14/7).
Saat ini, orang-orang yang mengerjakan bisnis hulu migas selalu menyebut wilayah perairan itu sebagai Natuna Utara atau Natuna Selatan. Sehingga, tim ahli nasional menilai perlu ada satu kesamaan dalam bidang penamaan. Setelah dibahas, dipilihlah nama Laut Natuna Utara untuk mengantikan nama ZEE perairan Laut Tiongkok Selatan.
"Jadi, supaya ada satu kejelasan dan kesamaan dengan landasan kontinen dan kolom air. Sehingga tim nasional sepakat disebut Laut Natuna Utara," ujarnya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.
Lebih lanjut Arif menjelaskan, dengan diubahnya nama menjadi Laut Natuna Utara, juga punya sisi positif lainnya. Yakni, mempertegas wilayah Indonesia dalam segi penegakan hukum garis batas Indonesia. "Jadi, teman-teman seperti TNI AL, Bea Cukai, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Indonesia, akan mudah melakukan kegiatan patroli," katanya.
Penggunakan nama Laut Tiongkok Selatan sendiri sudah digunakan sejak 1953. Selain perubahan itu, Indonesia juga tidak lagi menggunakan nama Laut Tiongkok Selatan. Sebab, Keppres era Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono yang mengubah nama China menjadi Tiongkok tidak lagi relevan.
Oleh sebab itu, tim mengembalikan kawasan itu menjadi Laut China Selatan. Keppres yang dimaksud adalah nomor 12/2014 tentang Pencabutan Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera Nomor SE-06/Pred.Kab/6/1967 tanggal 28 Juni 1967. Saat itu, SBY juga mengganti istilah peranakan China dengan Tionghoa.
"Jadi sebenarnya tidak mengganti, tapi mengembalikan sesuai pada nama laut internasional atau Organisasi Maritim Internasional (IMO)," ucanya. (cr2/JPG)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
