
ilustrasi kemacetan di ruas tol jakarta menuju cikampek
JawaPos.com - Tak seperti biasanya volume kendaraan di jalan tol ruas Cikampek menuju Jakarta hingga malam ini terus mengalami peningkatan. Saat ini terpantau kepadatan dari km 71 sampai dengan km 66 (5 km).
"Kepadatan diakibatkan pertemuan lalin dari arah Cileunyi dan Palimanan," ujar Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru Santoso dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (29/6).
Untuk mencairkan kepadatan PT Jasa Marga saat ini melakukan rekayasa lalu lintas contra flow. Contra flow yang sejak pukul 15.00 WIB diberlakukan di km 53A sampai km 41A.
"Kemudian mulai pukul 20.00 WIB contra flow diperpanjang dari km 65A sampai dengan km 41A," katanya.
Pemberlakuan contra flow adalah diskresi kepolisian. Jasa Marga hanya menyiapkan sarana pendukung seperti rambu, rubber cone dan petugas.
Disarankan para pengguna jalan yang akan memanfaatkan contra flow agar mengambil lajur kanan.
Petugas Jasa Marga di lapangan terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian PJR guna memantau perkembangan lalu lintas, sepanjang jalan tol Cikampek menuju Jakarta dan membuat rekayasa lalu lintas untuk mencairkan kepadatan. (cr2/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
