
KRI Bima Suci membawa taruna Akademi TNI AL pada Operasi Pelayaran Latihan Kartika Jala Krida Dalam Negeri 2020 mengunjungi Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Pangkalan TNI AL Melonguane/Antara
JawaPos.com - Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten menggelar sosialisasi pencegahan pencemaran lingkungan laut kepada masyarakat. Kegiatan ini dalam rangka pengabdian kepada masyarakat (PKM).
Sosialisasi kali ini diikuti oleh warga pesisir Bandar Lampung yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan, pembudidaya kerang hijau, serta pengolah dan pemasar hasil laut. Sosialisasi ini dianggap penting kepada mereka karena beririsan langsung dengan laut.
Direktur Poltekpel Banten Heru Widada mengatakan, kegiatan PMK sudah berlangsung sebanyak dua kali. Tahun lalu, kegiatan serupa menyasar masyarakat pesisir Bandar Lampung.
”Program Studi Nautika merupakan inisiator kegiatan PKM ini. Pengabdian kepada masyarakat ini juga merupakan salah satu kegiatan tridharma perguruan tinggi yang rutin dilakukan oleh Poltekpel Banten,” kata Heru kepada wartawan, Minggu (17/10).
Sementara itu, Kepala Program Studi Perikanan Tangkap Polinela, Eulis Marlina mengatakan, masyarakat pesisir harus memiliki pemahaman dan kesadaran tinggi tentang pencegahan pencemaran laut.
”Itu bertujuan agar kelestarian laut tetap dapat terjaga dan menjadi support system untuk konsep blue ekonomi yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia,” ucapnya.
Dengan begitu, laut sebagai sumber mata pencaharian masyarakat pesisir tetap terjaga. Dalam PKM tersebut turut disampaikan beberapa materi. Di antaranya tentang peran nelayan dalam pencegahan polusi di laut, ghost fishing dan peraturan tentang limbah manusia (sewage).
Salah satu materi yang menarik perhatian masyarakat nelayan berkenaan dengan pencemaran lingkungan laut oleh alat penangkapan ikan. Kehilangan alat tangkap penangkapan di laut biasanya disebut ghost gear. Berdasarkan data FAO, sampah yang terdapat di laut sebanyak 10 persen berasal dari alat penangkapan ikan yang hilang atau dibuang di laut.
Hasil diskusi yang dilakukan oleh pemateri dan masyarakat pesisir memberikan solusi untuk mengurangi sampah dari alat tangkap. Yakni dengan pemanfaatan kembali alat penangkapan tersebut. Masyarakat pesisir di Bandar Lampung memanfaatkan jaring atau tambang bekas alat tangkap untuk budidaya kerang hijau. Hal tersebut sesuai rekomendasi pemerintah, Food and Agriculture Organization (FAO), serta organisasi Abandoned Lost or Otherwise Discarded Fishing Gear (ALDFG).

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
