
PADAMKAN: Satgas Gabungan Karhutla ketika melakukan pemadaman di lahan gambut yang berada di Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, Jumat (27/9). (Dedi Irawan/Rakyat Kalbar)
JawaPos.com – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih pekat di Riau, Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel). Tercatat 92 titik panas dengan kepercayaan di atas 80 persen teridentifikasi di ketiga provinsi tersebut.
Berdasarkan data dari stasiun pemantauan udara KLHK kota Jambi, udara di kota tersebut pada pukul 07.30 WIB mencatatkan indeks PM 2.5 dengan angka 1.495 dengan kategori berbahaya (lebih dari 300). Namun, kualitas udara berangsur membaik menjelang sore hari.
Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Jambi Rudiyansyah melaporkan, asap pekat terutama di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi. Langit sempat menguning meski tidak sepekat yang terjadi pada September lalu.
Rudi mengungkapkan, asap masih terdeteksi dari wilayah Kumpe, Muaro Jambi. Titik yang sama dengan penyebab langit merah Jambi akhir September kemarin. ”Sudah sekitar 2 minggu tidak ada hujan, di titik tersebut api masih belum padam. Jadi ketika tidak ada hujan, api muncul lagi,” jelasnya.
Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, di wilayah Sumatera Selatan sudah disiagakan 7 unit helikopter untuk melakukan pengeboman air dengan 390 kali pengeboman dan total air berjumlah 1,5 juta liter.
Berdasarkan laporan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Posko Sumsel, beberapa wilayah di Jambi dan Sumatera Selatan terpantau diguyur hujan pukul 17.40 WIB. Seperti, Kabupaten Tanjung, Jebung Timur, Kumpeh, Ulu, Muaro Jambi, dan Muara Padang. Hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat. Rata-rata curah hujan berkisar 1 – 34,4 mm kubik per jam.
Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT Posko Sumsel Dwipa W Soehoed menuturkan, operasi TMC dilaksanakan sekali penerbangan. Menggunakan pesawat CN-295 dengan membawa bahan semai NaCl sebanyak 2,4 ton. Pesawat menyemai di daerah Sumsel bagian barat laut, timur laut dan tenggara. Serta, sebagian timur dan tenggara Jambi.
Kepala BBTMC-BPPT Tri Handoko Seto mengatakan, pertumbuhan awan yang mulai membaik. ”Semoga asap pekat yang mengganggu masyarakat Sumsel dan Jambi segera reda,” katanya.
Sementara pesawat tambahan Hercules C130 milik TNI AU dijadwalkan berangkat dari Halim Perdana Kusumah untuk langsung melakukan penyemaian di Jambi dan Sumsel hari ini (17/10). Melakukan penyemaian di wilayah Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir dan Prabumulih, Sumsel. Pesawat membawa 1,2 ton NaCl untuk disemai pada ketinggian 11.000 hingga 12.000 kaki. ”Dengan tambahan pesawat, operasi TMC di Sumatera akan lebih diintensifkan," ujar Tri Handoko Seto.
Sementara itu, kualitas udara di wilayah Kalimantan, diukur dengan PM 2,5, terpantau baik hingga sedang pada hari ini (16/10). Kualitas udara di Kalimantan Tengah pada angka 12 atau baik, Kalimantan Barat 6, sedangkan Kalimantan Selatan 25 atau sedang. Titik panas di wilayah Kalimantan berjumlah 40, dengan rincian Kalimantan Tengah 25, Kalimantan Selatan 12 dan Kalimantan Barat 3.
Data karhutla BNPB pada 17 Oktober 2019, pukul 00.55 WIB, mencatat titik panas dengan kepercayaan di atas 80 persen berjumlah 274 hotspot di seluruh wilayah Indonesia.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
