
BUAH TANGAN: Scouts dari SDN 1 Rogojampi Banyuwangi dan SDI Tompokersan Lumajang puas berbelanja di Pier 39 , San Francisco, California.
JawaPos.com- Mohamad Reza, Raymond Roy Steven, Jelena Hardiani, dan Anzila Mufida Rahma berdiri melingkar di meja bundar bertombol besar di depannya. Mereka lalu bergantian menekan panel raksasa itu hingga meluncur kepulan asap dari bawah. Bullllll. Asap putih layaknya kapas tersebut membentuk lingkaran awan mirip cincin.
Mereka pun lantas bersorak kegirangan. Clouds rings, nama permainan eksperimental itu, adalah salah satu fasilitas di Exploratorium. Museum sekaligus wahana bermain dan belajar sains tersebut menjadi favorit scouts cilik juara Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015–2016 bersama Antangin Junior Province Championship Jawa Timur itu.
Mereka berkesempatan menjelajah San Francisco, California, Amerika Serikat, pada Rabu (16/11) waktu setempat atau kemarin WIB. Raymond Roy Steven, anggota regu putra SDN 1 Rogojampi, Banyuwangi, amat terkesan dengan kunjungan ke tempat belajar dan bermain tersebut. ”Asyik sekali. Bisa main-main sambil belajar IPA,” kata Steven.
Dua jam mengeksplorasi arena itu memang tidak akan cukup memuaskan dahaga belajar dan bermain scouts cilik. Ada puluhan eksperimen yang bisa dijajal. Semuanya asyik. Di bagian eksplorasi gerak benda, misalnya, ada permainan menyeimbangkan tongkat, spiral, hingga simulasi cara kerja otot-otot pada orang yang mengayuh sepeda. Ada pula foto bayangan dalam bagian visual. Juga terdapat eksperimen permainan warna dan optikal yang memukau.
Steven berharap Indonesia, khususnya Banyuwangi, bisa memiliki wahana seperti itu. Tempat bereksperimen dan bermain seperti itu amat memudahkan anak dalam memahami ilmu pengetahuan. Jelena Hardiani, regu putri dari SDI Tompokersan, Lumajang, juga terkesan dengan Exploratorium. ”Banyak permainan seru,” ujar Jelena.
Setelah menjelajah Exploratorium, para penggalang ramu tersebut mengunjungi Wisma Indonesia. Para scouts cilik beserta kakak-kakak pembina dijamu Konjen RI di San Francisco Ardi Hermawan dan sang istri, Yulina Ardi Hermawan. Sejumlah pejabat dan staf KJRI juga turut menyambut. Begitu pula perwakilan dari Permias (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat). ”Selamat ya. Adik-adik ini sungguh beruntung bisa memiliki kesempatan seperti ini,” ungkap Ardi.
Ardi juga berpesan agar para scout cilik tidak lupa berbakti kepada orang tua. ”Kalian bisa seperti ini juga karena doa para orang tua,” tutur diplomat asal Surabaya tersebut. Dalam suasana yang hangat itu, regu putri juga menampilkan tari kuda kencak. Gerakan mengagguk-anggukkan kepala dalam kesenian khas Lumajang tersebut membuat sepuluh scout cilik itu tampil menggemaskan. Sementara itu, regu putra menampilkan yel-yel seru yang rancak dan kompak.
Para scouts cilik lantas dijamu makan malam dengan menu utama soto ayam. Mereka pun menyantap hidangan tersebut dengan lahap. ”Jangan sungkan-sungkan. Kalau kangen masakan Indonesia, mampir saja ke sini,” ucap Ardi.
Waka Binamuda Kwarda Jatim Hariadi Purwantoro menyampaikan apresiasi atas perhatian dan sambutan hangat dari KJRI San Francisco. ”Di sini kami merasa seperti di rumah. Merasa di Indonesia,” katanya. (sof/c20/dio)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
