Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Agustus 2021 | 18.26 WIB

Pemerintah Percepat Target Bauran Energi Baru Terbarukan

Dirjen Dikti Nizam dalam Seremoni Penandatanganan PKS Ditjen Dikti dan IEEE secara daring, Selasa (27/7). Tangkapan Layar/Zaking/JawaPos.com - Image

Dirjen Dikti Nizam dalam Seremoni Penandatanganan PKS Ditjen Dikti dan IEEE secara daring, Selasa (27/7). Tangkapan Layar/Zaking/JawaPos.com

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerjasama untuk memenuhi target bauran nasional pada tahun 2025. Hal ini diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen.

Kemendikbudristek melalui melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) akan terus mendorong perguruan tinggi semakin siap dan turut menyukseskan program pemerintah untuk meningkatkan bauran energi terbarukan.

Melalui kerja sama program Kampus Merdeka dan Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya (Gerilya), mahasiswa mendapatkan kesempatan melakukan studi independen yang bertujuan menyiapkan mahasiswa sebagai aktivis energi bersih melalui pembelajaran secara sinkronus dan asinkronus selama kurang lebih satu semester.

“Kemendikbudristek memberi ruang kepada mahasiswa lewat program-program Kampus Merdeka agar mereka bisa menjadi bagian nyata perubahan Indonesia semakin baik ke depan,” ucap Plt Dirjen Diktiristek Nizam, Senin (16/8).

Nizam berharap, kerjasama ini terus memberi ruang mahasiswa mengaktualisasikan diri dan ilmunya lewat beragam kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, salah satunya program magang microcredential.

“Program ini membantu para mahasiswa menjadi bagian nyata agen-agen perubahan Indonesia untuk Indonesia yang lebih baik ke depan. Semoga kompetensi mahasiswa dalam bidang energi terbarukan makin terasah dan terlatih, sehingga akselerasi listrik tenaga surya dapat dipercepat,” ucapnya.

Dirjen Nizam juga berharap program microcredentials digunakan para mahasiswa sebaik mungkin. Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik juga diharapkan bisa membantu adik-adik mahasiswa mengembangkan energi terbarukan baik pada microhydro, biomassa, dan panel tenaga surya.

Kemudian, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Dadan Kusdiana mengatakan saat ini minat terhadap penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap semakin meningkat. Tercatat sudah ada sekitar empat ribu pengguna.

Jumlah ini meningkat dibandingkan 2018 yang hanya berkisar 200 pengguna dikarenakan harganya yang semakin kompetitif dan biaya investasinya turun 80 persen selama satu dekade terakhir.

"Gerilya lahir untuk mempercepat energi terbarukan oleh mahasiswa. Kolaborasi ini ditandai dengan perjanjian kerja sama sebagai langkah bersama mendorong energi terbarukan. Transisi energi dan target ambisius EBT ini untuk mendukung paris agreement, Indonesia memiliki potensi 200 gigawatt tenaga surya dan pemanfaatannya di 2020 baru 150 megawatt," tandasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore