
Mediasi Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo dengan tim Detik Network terkait kejadian intimindasi wartawan peliput kasus Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Mediasi berlangsung di Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/7
JawaPos.com - Pemimpin Redaksi CNN Indonesia dan Detikcom menemui Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. Hal itu untuk menindaklanjuti adanya dugaan intimidasi kepada dua wartawan yang meliput di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.
Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Titin Rosmasari mengatakan, peristiwa intimidasi kepada wartawannya sudah berulang kali terjadi. Sayangnya, sampai saat ini tidak ada kasus yang tuntas.
"Tidak tahu hasilnya seperti apa. Padahal, kejadiannya mengakibatkan selain tekanan psikologis pada kru kami, juga menimbulkan trauma. Bahkan pada Mei 2019 dan Oktober 2020 lalu, handphone atau alat kerja dihilangkan. Jadi kami tentu ingin kasus yang ini benar-benar diusut dan dituntaskan," ujar Titin.
Dia menuturkan, dalam kasus-kasus yang terjadi, pihak redaksi telah melakukan penelusuran peristiwa yang menimpa wartawannya. Hasilnya tidak ditemukan pelanggaran prosedur jurnalistik.
’’Wartawan CNN, juga Detikcom, sudah diverifikasi. Dalam proses mendapatkan status verifikasi itu ada beberapa hal yang harus kami penuhi, misalnya kaitan dengan pelatihan, kompetensi jurnalis. Kami pastikan pelatihan semacam ini dilakukan secara reguler agar menjadi bekal wartawan kami bukan hanya sebagai skill, tapi juga pemahaman Kode Etik peliputannya,” tambah Titin.
Sebelumnya, Mabes Polri menyatakan bakal menindak tegas anggotanya yang mengintimidasi dua jurnalis, saat meliput kasus baku tembak antar anggota polisi, di dekat rumah Kadiv Propam Irjen Pol. Ferdy Sambo. Hal ini dikatakan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Dedi Prasetyo.
’’Anggota yang melakukan intimidasi kepada teman-teman jurnalis yang melaksanakan tugas sudah diketemukan dan akan ditindak tegas oleh Karo Provost,” kata Dedi dalam pertemuan dengan pihak CNN Indonesia dan Detik di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/7) dikutip dari Antara.
Dedi menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut dan menyesali peristiwa itu terjadi. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman anggota akan tugas-tugas jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undag.
Menurut dia, pergesekan antara jurnalis dan anggota pernah terjadi beberapa kali di lapangan, seperti pada 2018 dan 2019. ’’Kami harapkan kejadian seperti itu tidak terulang dan Polri serta media dedikasi bersama-sama, duduk bersama-sama menyelesaikannya,” katanya. (*)

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
