Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Juli 2022 | 03.52 WIB

Sudah 52,74 Juta Warga Telah Terima Vaksin Covid-19 Dosis Penguat

Pelaksanaan vaksinasi booster di Surabaya - Image

Pelaksanaan vaksinasi booster di Surabaya

JawaPos.com–Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah penduduk Indonesia yang telah menerima dosis ketiga atau penguat mencapai 52,74 juta jiwa hingga Sabtu (16/7), pukul 12.00 WIB. Jumlah itu bertambah 28.247 orang, sehingga mencapai total 52.747.194 orang.

Dengan demikian, laju suntikan dosis penguat vaksin Covid-19 sudah diberikan kepada 25,33 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19, sebanyak 208.265.720 orang. Sementara itu, penduduk yang mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 bertambah 8.794 orang menjadi 169.514.244 orang atau 81,39 persen dari total sasaran. Sedangkan penerima dosis pertama bertambah 15.249 orang, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 201.907.334 orang atau setara 96,95 persen dari total sasaran.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 hari ini (16/7) mencapai dua kali lipat sejak akhir Juni. Kasus tersebut terdiri atas kasus aktif bertambah 1.621 kasus, sehingga total menjadi 26.594 kasus dan laju kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 4.329 pasien.

”Kenaikan kasus ini sudah diprediksi. Tapi berharap jangan sampai tinggi banget dengan cara pengendalian dan pengetatan protokol kesehatan dan vaksinasi,” kata Syahril seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, sejak awal sudah diberi tahu, pada pekan kedua sampai keempat Juli, kemungkinan terjadi lonjakan kasus. ”Prediksinya sekitar 20 ribuan per hari saat puncaknya,” kata Mohammad Syahril.

Prediksi tersebut, lanjutd Syahril, dilatarbelakangi hasil pengamatan kemenkes terhadap laju kasus Omicron di sejumlah negara lain. Yakni rata-rata meningkat 30 persen pada Januari–Februari.

Syahril menjelaskan, sebanyak 81 persen kasus Covid-19 di Indonesia adalah subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Sehingga memiliki karakteristik yang sama dengan varian pendahulu Omicron.

”Itu kan prediksi, bisa benar dan kurang tepat. Bisa kurang dan bisa lebih. Di Indonesia naiknya sudah 4 ribuan kasus,” tutur Mohammad Syahril.

Syahril menambahkan, kenaikan kasus saat ini dipengaruhi peningkatan laju pelacakan kasus di masyarakat. Artinya, makin banyak yang ditesting, akan lebih mudah melakukan isolasi kepada yang tertular.

Dia mengimbau masyarakat untuk menyikapi lonjakan kasus dengan tenang. Sebab, pelacakan kasus melalui testing dan tracing merupakan upaya perlindungan kepada masyarakat yang sehat agar tidak tertular.

”Yang penting saat ini hospitalisasi tidak terlalu tinggi dan angka kematian rendah,” terang Mohammad Syahril.

Syahril mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan serta menyegerakan mengakses layanan vaksinasi dosis penguat atau booster. ”Kita harap kasusnya tidak terus naik. Kita perlu kendalikan,” ucap Syahril.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore