
Pengunjung mengenakan masker saat berada di area Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (7/3/2020). Foto: Dery Ridwansahp/ JawaPos.com
JawaPos.com - Pasien 1, 2 dan 3 yang tertular virus korona jenis baru atau COVID-19, kini sudah sembuh dan dinyatakan sehat. Hasil pemeriksaan spesimen mereka sudah dinyatakan dua kali negatif. Ketiganya adalah ibu dan dua anak kakak beradik asal Depok yang berprofesi sebagai penari.
Dilepas oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, ketiganya juga memberikan testimoni dan pengalamannya saat dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso. Pasien 1 khususnya, penari yang tertular oleh WN Jepang di klub dansa di Jakarta, paling menanggung beban psikologis atas kejadian itu. Dia juga menularkan kepada ibu dan kakaknya di Depok.
"Saya mengimbau masyarakat mendukung pasien COVID-19 yang masih dirawat, dukung secara moral," katanya di RSPI Sulianti Saroso, Senin (16/3).
Pasien 1 tersebut juga menyesalkan penyebaran informasi tak akurat selama dia dirawat yang dilakukan oleh netizen atau berbagai pihak tak bertanggung jawab. Kondisi itu mengganggu psikisnya selama dirawat. Apalagi data mereka sudah terlanjur tersebar sejak awal.
"Ini menganggu psikis kami di dalam. Identitas kami yang bocor mengkibatkan masyarakat luar panik. Saya dapatkan direct message di media sosial saya banyak yang tanya langsung gimana caranya mau periksa karena banyak yang takut, tapi lebih takut juga kalau identitasnya tersebar," kata pasien 1.
"Jangan hakimi pasien COVID-19, nanti akan jadi stigma negatif. Nanti malah kami jadi korban dua kali. Saya tahu semua yang dibicarakan media," tambahnya.
Apalagi, sejumlah publik menghakiminya profesinya sebagai seorang penari dengan sudut pandang negatif. "Banyak yang serang profesi kami sebagai penari, kami itu pejuang budaya Indonesia. Hidup kami selalu persembahkan untuk budaya. Virus ini tak pandang bulu, ras profesi, dan menular ke siapapun," tukasnya.
Begitu juga yang dikatakan pasien 2 yakni sang ibunda pasien 1. Dia berterima kasih kepada warga Depok di perumahan tempat tinggalnya yang selalu memberikan dukungan moral. Dan warga di sana bisa untuk kekeluargaan menerima kepulangan mereka kembali. Dia meminta semua warga atau publik umumnya untuk jangan panik.
"Warga Depok sangat kondusif menerima kami. Kuncinya jangan panik. Imun di dalam tubuh saat panik pasti turun imun kita. Jangan panik, yang punya hidup ini ada Tuhan agama apapun," kata pasien 2.
Pasien 3, sang kakak juga mengingatkan bahwa virus Korona bisa disembuhkan asal mengikuti secara disiplin segala protokol kesehatan yang dianjurkan. Salah satunya menjaga kebersihan, minum air putih, dan mengasup nutrisi yang baik.
"Jangan panik, virus ini self limiting disease. Punya kemampuan sembuh sendiri asal disiplin minum air putih yang banyak. Jaga nutrisi. Laksanakan personal hygiene seperti rajin cuci tangan. Kalau memang kita harus lakukan pembatasan sosial harus lakukan sebaik mungkin. Dan akan menular pada siapa saja yang imunnya lebih lemah," papar pasien 3.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=gbQOORUizHw
https://www.youtube.com/watch?v=pMmEfdMBzZQ
https://www.youtube.com/watch?v=OmmptVbu-g4
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022