alexametrics

Kecewa Dipecat dari KPK, Novel Baswedan Dirikan Kantor Darurat

15 September 2021, 18:57:38 WIB

JawaPos.com – Pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan koalisi masyarakat sipil mendirikan Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi di depan Gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/9). Hal ini merespon langkah Pimpinan KPK yang dikomandoi Firli Bahuri, resmi memecat 57 pegawai yang gagal asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) pada 30 September 2021 mendatang.

Adapun mereka yang resmi dipecat antara lain Novel Baswedan, Yudi Purnomo Harahap, Rizka Anungnata, Harun Al Rasyid, Ita Khoiriyah, Rasamala Aritonang, Farid Andhika dan lain-lain.

“Kantor darurat ini adalah sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja KPK dan pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini,” kata tim kuasa hukum 57 pegawai KPK, Saor Siagian di depan Gedung ACLC, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/9).

Saor menyampaikan, pada kantor darurat tersebut masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait isu pemberantasan korupsi. Terkhusus, isi surat itu terkait pembatalan TWK  yang memecat 57 pegawai.

“Presiden harus menepati jainjinya untuk memberantas korupsi di Indonesia,” tegas Saor.

Saor menegaskan, para pegawai yang tersingkir dari KPK adalah mereka yang tidak bisa diajak kompromi. Dia menyebut, Firli Bahuri yang kini memimpin KPK adalah orang bermasalah. Bahkan, tak hanya Firli, Dewan Pengawas KPK juga telah menetapkan Lili Pintauli Siregar, sebagai pelanggar etik.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads