Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Mei 2021 | 00.35 WIB

Bisakah Kita Meniru AS? Mayoritas Divaksinasi dan Boleh Lepas Masker

Orang-orang berjalan tanpa masker di New York City pada 4 Mei 2021. Carlo Allegri | Reuters - Image

Orang-orang berjalan tanpa masker di New York City pada 4 Mei 2021. Carlo Allegri | Reuters

JawaPos.com - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat sudah mengubah peraturan penggunaam masker. Sudah hampir 70 persen populasi di AS divaksinasi Covid-19. Maka CDC merekomendasikan boleh melepas masker di dalam dan di luar ruangan.

Menanggapi hal ini, Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas YARSI sekaligus Mantan Direktur WHO SEARO Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan ada 5 pertimbangan di Amerika Serikat boleh tanpa masker kalau sudah divaksin lengkap. Lalu bagaimana di Indonesia?

"Sehubungan keputusan Amerika Serikat bahwa warga Amerika Serikat yang sudah lengkap di vaksin dapat beraktivitas tanpa menggunakan masker lagi dan tidak usah menjaga jarak, maka sebagian masyarakat kita lalu bertanya apakah kebijakan serupa akan dapat juga diterapkan di negara kita," katanya kepada wartawan, Sabtu (15/5).

Ia menganalisa bagaimana proses yang terjadi di Amerika Serikat berdasar bukti ilmiah yang ada. Setidaknya melibatkan lima hal dan kemudian membandingkan data yang ada di Indonesia.

Menurutnya kebijakan di Amerika Serikat ini secara jelas menyebutkan bahwa mereka yang sudah divaksin secara penuh dapat beraktifitas tanpa menggunakan masker dan menjaga jarak, kecuali kalau ada aturan lokal lain yang mengaturnya. Kalau ditelaah lebih lanjut, yang dimaksud sebagai sudah divaksin secara penuh adalah hanya kalau sudah 2 minggu sesudah penyuntikan dosis ke-2 vaksin Pfizer atau Moderna atau 2 minggu sesudah penyuntikan dosis tunggal vaksin Johnson & Johnson.

"Kalau di luar itu maka dianggap belum divaksinasi secara penuh dan tetap harus pakai masker dan menjaga jarak," katanya.

Vaksin yang sekarang digunakan di Indonesia adalah Sinovac dan Astra Zeneca serta vaksin Sinopharm sudah mengantongi izin. Tentu saja mungkin saja di perluas ke jenis-jenis lain di masa datang.

Kemudian pertimbangan lain, cakupan vaksinasi Amerika Serikat sudah cukup besar. Data hari ini 15 Mei 2021 menunjukkan sudah ada sekitar 268 juta dosis vaksin Covid-19 yang disuntikkan di Amerika Serikat. Data per 14 Mei 2021 menunjukkan bahwa sekitar 155,3 juta orang di negara itu sudah menerima vaksinasi sedikitnya satu kali, dan sekitar 120,3 juta orang sudah divaksinasi lengkap dua kali dengan vaksin Pfizer dan juga Moderna serta satu kali dosis tunggal vaksin Johnson & Johnson.

Jadi, di Amerika Serikat sampai 14 Mei sudah ada lebih dari 59 persen penduduk yang divaksin setidaknya satu kali. Target Presiden Joe Biden adalah 70 persen orang dewasa sudah akan di vaksin pada 4 Juli mendatang. Saat ini setiap harinya dilakukan penyuntikan 1,95 juta dosis vaksin seharinya di Amerika Serikat, dan bahkan disana pernah sampai 3,38 juta dosis sehari pada 13 April 2021 yang lalu.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan Indonesia pada 14 Mei 2021 pukul 18.00 menjukkkan sudah ada 13.700.389 masyarakat kita yang sudah mendapat suntikan dosis pertama dan 8.921.978 sudah mendapat dosis ke dua secara lengkap.

"Pertimbangan lain juga melihat pola kecenderungan epidemilogi tentang naik turunnya jumlah kasus dan kematian di negara itu," kata Prof Tjandra Yoga.

Dan menurutnya, AS berhasil membujuk warganya untuk bersedia divaksinasi. Tentu mungkin saja ada pertimbangan lain yang menyangkut social determinant of health.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore