Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Maret 2020 | 21.21 WIB

Cegah Penyebaran Virus Korona, Restoran Diimbau Layani Take Away

Petugas memerika suhu tubuh tamu dengan menggunakan thermometer infrared di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (5/3/2020). Kegiatan ini di lakukan mulai kemarin Rabu (4/3/2020) sebagai langkah preventif resiko penyebaran virus korona (Covid-19) dan dilakukan ke - Image

Petugas memerika suhu tubuh tamu dengan menggunakan thermometer infrared di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (5/3/2020). Kegiatan ini di lakukan mulai kemarin Rabu (4/3/2020) sebagai langkah preventif resiko penyebaran virus korona (Covid-19) dan dilakukan ke

JawaPos.com - Saat ini Tiongkok hampir berhasil untuk melawan Covid-19 yang terlihat dari jumlah kasus pasien positif yang menurun. Sebab, negara Tirai Bambu ini memiliki beberapa langkah pencegahan, salah satunya adalah masyarakat tidak boleh makan di restoran.

Mahasiswa Universitas Jilin asal Indonesia, Raihan menjelaskan, bahwa salah satu alasannya adalah untuk menjaga kehigenisan. Selain itu, juga untuk mengurangi kontak dengan warga yang lain sebagai bentuk antisipasi melawan virus tersebut.

"Itu juga untuk mengurangi kumpul-kumpul, karena semua restoran itu sudah mengikuti (kebijakan) pemerintah provinsi di sini, kayak KFC itu dicek suhu badan, selanjutnya itu take away atau order online aja," ungkapnya ketika dihubungi JawaPos.com, Minggu (15/3).

Terkait hal ini, Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna menjelaskan, kalau Indonesia juga dapat meniru kebijakan pemerintah Tiongkok tersebut dengan memanfaatkan fitur dari aplikasi ojek online. Akan tetapi, dengan catatan, yakni pengemudi tidak termasuk ke dalam Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19.

"Bagus, kalau bisa ya pakai aplikasi aja, tapi pengemudinya harus bebas dari ODP juga, daripada makan-makan di restoran ujung-ujungnya kena kan nggak enak juga," ungkap dia.

Jika hal tersebut hendak diterapkan, diharapkan dari sisi restoran agar dapat melakukan sosialisasi dan memberikan pengertian kepada masyarakat.

"Harus (ada imbauan), perusahaan restoran nggak perlu panik, kalau perlu tutup lah, di Italia itu kan penyebarannya ketika orang ngajak kongkow (ngumpul bareng), di situ penyebarannya paling banyak, ketika libur orang nongkrong di kafe, ngobrol ngundang temen, disitu cepat banget, makanya sekarang dikunci," tutup Yayat.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore