
Teddy Minahasa Putra. Dok JawaPos
JawaPos.com–Kapolda Jatim Irjen Pol Teddy Minahasa Putra dikabarkan diamankan Propam Polri terkait kasus narkoba.
Kabar itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Dia mendengar bahwa kapolda yang baru menjabat itu telah ditangkap akibat narkoba.
”Sementara diduga narkoba,” tutur Sahroni, Jumat (14/10).
Atas kabar itu, tim JawaPos.com berusaha mengonfirmasi ke Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombespol Dirmanto. ”Sementara masih kami tanyakan infonya ke Mabes Polri,” jawab Dirmanto singkat.
Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dicopot dari jabatannya. Berdasar data dari Telegram Kapolri yang didapatkan tim JawaPos, Nico tak lagi menjabat sebagai Kapolda Jatim per Senin (10/10).
Nico kini menjabat sebagai Sahlisosbud atau Staf Kapolri. Pencopotan Nico itu Berdasar Telegram Kapolri Nomor ST/2134/X/KEP/2022.
Sementara itu, jabatan Nico digantikan Irjen Pol Teddy Minahasa Putra, Kapolda Sumatera Barat. Teddy merupakan mantan Kapolres Malang Kota pada 2011. Dia juga pernah menjadi Staf Ahli Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
