
Seorang penjual jasa penukaran uang baru menawarkan uang baru kepada pengguna jalan di kawasan Kota Tua Jakarta, Selasa (12/5/2020). Memasuki minggu ketiga Ramadhan, penjual mulai menjajakan uang baru berbagai pecahan untuk kebutuhan Idul Fitri. Foto: Der
JawaPos.com – Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyampaikan bahwa penghimpunan atau pembayaran wakaf uang mengalami peningkatan. Dalam kurun 2011–2018, realisasi wakaf uang mencapai Rp 255 miliar. Namun, pada 2021 jumlahnya lebih dari Rp 885 miliar. Kenaikan itu salah satunya dipicu oleh semakin mudahnya masyarakat membayar wakaf uang.
Data wakaf uang tersebut disampaikan Wakil Ketua BWI Yuli Yasin di Kota Bogor kemarin (9/4). Dia menuturkan, potensi wakaf uang nasional mencapai Rp 180 triliun per tahun. Tapi, realisasinya baru Rp 255 miliar. ’’Alhamdulillah sekarang sudah naik (Rp 885 miliar),’’ tuturnya. Dia berharap ke depan wakaf uang bisa mencapai Rp 1 triliun dan terus bertambah.
Yuli menuturkan, saat ini penyaluran wakaf uang cukup mudah. Bisa melalui ponsel masing-masing. Nominal wakaf uang juga terjangkau. Ada program wakaf uang yang bisa diikuti mulai Rp 5.000 per orang. Jadi, wakaf tidak lagi soal penyerahan aset tanah yang luas untuk membangun masjid, madrasah, atau sejenisnya.
Dia melanjutkan, negara memfasilitasi wakaf uang lewat Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Melalui produk tersebut, pemerintah menerbitkan sukuk yang dibeli dengan dana wakaf. Kemudian, hasil pengelolaan atau bunga sukuk itu diteruskan ke nazir atau pengelola wakaf untuk disalurkan kepada penerima wakaf. Sementara itu, pokok uang yang digunakan untuk membeli sukuk wakaf bisa dikembalikan kepada si pewakaf. Dengan kata lain, wakaf tersebut bersifat sementara.
Hingga kini, negara sudah mengeluarkan tiga seri CWLS. Perinciannya, satu seri untuk private placement senilai Rp 50,85 miliar. Kemudian, dua seri CWLS kategori ritel. Yakni, CWLS seri SWR001 berhasil menghimpun dana Rp 14,9 miliar dengan bunga atau imbal hasil 5,5 persen per tahun. Kedua, seri SWR002 berhasil menghimpun dana wakaf Rp 24,14 miliar dengan imbal hasil 5,57 persen.
Muhammad Iqbal dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan, pemerintah akan kembali menerbitkan CWLS untuk ritel pada Senin (11/4).

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
