
Gol A Gong (kedua dari kanan) mengampanyekan gerakan literasi di halaman kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Wonosobo.
JawaPos.com- Suara lantangnya melawan korupsi di Banten, Jawa Barat (Jabar), membuat penulis Gol A Gong betul-betul dimatikan. Dia diminta mundur dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Perpustakaan Banten dengan ancaman akan dibubarkan. Akhirnya, dia memilih mundur agar tidak merepotkan rekan-rekannya yang lain.
"Biar temen-teman saya bergerak dengan caranya sendiri. Saya sedari kecil di meja makan sudah dikasih tahu untuk tidak mengambil yang bukan hak kita. Justru kalau bisa memberikan 2,5 persen" tutur pendiri Rumah Dunia itu (8/12).
Tak patah arang, upaya melawan korupsi yang bersumber dari politik dinasti di Banten, tetap dilakoni pria yang memiliki nama asli Heri Hendrayana Harris ini melalui Rumah Dunia. Komunitas yang didirikannya untuk mencerdaskan dan membentuk generasi baru yang kritis di bumi Banten.
"Saya dengar dari seseorang, mereka bilang untuk mnghentikan Gol A Gong itu harus dimatikan literasinya. Akun Facebook saya sudah lima kali hilang. Tapi saya dan teman-teman di rumah dunia tidak takut" tegasnya.
Dia pun tak kapok dengan menerbitkan sequel buku berjudul Kutanam Matahari di Halaman Rumah Kita. Padahal, buku antologi puisi pertamanya Kota yang ditinggalkan Penghuninya cukup membuat pemerintah Banten gerah.
Menurutnya, menjadi pejabat publik itu mengabdi, bukan mengeruk APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu. Untuk itu, dia akan selalu melawan bentuk korupsi dinasti yang terjadi di Banten.
"Anak Atut (Ratu Atut/mantan Gubernur Banten) saja sudah jadi Wagub (Wakil Gubernur Banten/ Andika Hazrumy). Di level Wali Kota Serang adiknya Atut. Nah, sekarang istrinya memborong partai. Itu yang sedang kami coba lawan terus-menerus," tegasnya.
Motto yang telah menjadi filosofi hidupnya adalah tong nyokot nu lain hakna, mun bisa mere ka batur. Jangan ambil apa yang bukan hakmu, kalau bisa malah memberi ke orang lain.
Momentum Hari Antikorupsi Internasional yang jatuh setiap tanggal 9 Desember pun tak akan disia-siakannya. Bekerjasama dengan ikatan wartawan online Banten, Dia akan mendeklarasikan kembali antikorupsi di Banten.
"Di rumah dunia setiap 5 tahun ketuanya ganti tuh sebenarnya salah satu cara memprotes dinasti di Banten, agar terjadi pergantian kekuasaan" tuturnya.
Baca juga berita mengenai Hari Antikorupsi Internasional di:

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
