
Photo
JawaPos.com - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pipin Sopan menyebut, PKS mendorong agar terciptanya lebih dari dua pasangan calon (paslon) calon presiden (Capres) pada Pemilu 2024 mendatang. PKS memandang, Pemilu 2024 harus belajar dari Pemilu 2019 lalu.
"Kita berharap lebih dari dua poros paslon Capres yang akan muncul nanti" kata Pipin dalam keterangannya, Minggu (8/10).
Pipin meyakini, dengan lebih dari dua paslon Capres yang dihadirkan akan memberikan banyak pilihan dalam menentukan kandidat Presiden, ia menyebut banyaknya Capres yang muncul ke publik akan menghindari keterbelahan.
"Memberikan semangat kepada rakyat pilihan Capres lebih dari 2 poros ini, katakanlah ada 3 sampai 4 poros juga untuk menghindari keterbelahan masyarakat seperti di Pemilu sebelum," ujar Pipin.
Lebih jauh, Pipin menyebut PKS terus mengupayakan agar lebih dari dua poros dalam Pemilu nanti, ia menuturkan komunikasi PKS dengan partai-partai lain berjalan baik.
"Jadi PKS sedang berikhitiar bisa tercipta lebih dari dua poros, saat ini kami inyendkf berkomunikasi membangun poros perubahan bersama kasan-kawan Nasdem dan Demokrat," pungkasnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
