Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 April 2020 | 04.57 WIB

Penyelenggaraan Haji 2020 Tunggu Keputusan Saudi hingga Mei

Mentri Agama Fachrul Razi memberi sambutan saat membuka Rakernas 2020 mengambil tema “Pengarusutamaan Gerakan Moderasi Beragama di Indonesia Melalui Pendekatan Dakwah, Budaya Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat”. di Gedung Kementrian Agama, Jakarta,  Senin (3/2 - Image

Mentri Agama Fachrul Razi memberi sambutan saat membuka Rakernas 2020 mengambil tema “Pengarusutamaan Gerakan Moderasi Beragama di Indonesia Melalui Pendekatan Dakwah, Budaya Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat”. di Gedung Kementrian Agama, Jakarta, Senin (3/2

JawaPos.com – Hingga pekan pertama April, belum ada kejelasan penyelenggaraan ibadah haji 2020 dari Arab Saudi seiring dengan terjadinya pandemi Covid-19. Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan akan menunggu keputusan paling lama hingga pertengahan Mei.

Topik soal ibadah haji 2020 menjadi salah satu bahasan dalam rapat Menag Fachrul Razi bersama Komisi VIII DPR kemarin (8/4). Sejumlah anggota dewan meminta Kemenag memastikan penyelenggaraan haji tahun ini dengan meminta informasi secara langsung kepada pemerintah Arab Saudi.

Anggota Komisi VIII DPR dari Partai Gerindra Abdul Wachid mengatakan, saat ini calon jamaah haji bimbang dan resah. ’’Ada prediksi Covid-19 sampai Juli, bahkan Desember,’’ katanya. Kalaupun saat musim haji Covid-19 di Arab Saudi sudah selesai, belum tentu di Indonesia.

’’Kami sependapat segera ada kepastian. Ancang-ancang saya, selama itu sampai pertengahan Mei, masih ada persiapan,’’ kata Fachrul merespons anggota DPR.

Jika keputusan haji tetap dilaksanakan keluar sebelum pertengahan Mei, Kemenag masih memiliki waktu untuk menyiapkan seluruh pelayanan haji. Sebaliknya, jika kebijakan haji 2020 dikeluarkan setelah Mei, persiapan Kemenag bakal mepet. Namun, Fachrul mengatakan, ada tanda-tanda positif dari Arab Saudi. Di antaranya, mulai dibukanya kegiatan tawaf di Masjidilharam meskipun dalam jumlah terbatas.

Dalam kesempatan itu, Menag juga menyampaikan tiga skenario penyelenggaraan haji. Pertama, haji dijalankan secara normal dengan kuota tetap 221 ribu jamaah. Kemenag akan menyiapkan fasilitas pendukung protokol pencegahan Covid-19 di setiap asrama haji.

Skenario berikutnya, kuota haji dipangkas sebanyak 50 persen. Pertimbangannya, melakukan pembatasan atau jaga jarak fisik calon jamaah. Skenario ketiga, haji tahun ini ditiadakan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=IqEwLsB5CPA

 

https://www.youtube.com/watch?v=0Wo8tedM9Dc

 

https://www.youtube.com/watch?v=sDLZU97NEq0

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore