Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Maret 2021 | 02.26 WIB

Dipastikan Laki-laki,Serda Manganang Akan Ganti Nama dan Jenis Kelamin

Serda Aprilia Santini Manganang saat menjalani operasi korektif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Credit: sabik - Image

Serda Aprilia Santini Manganang saat menjalani operasi korektif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Credit: sabik

JawaPos.com - Sersan Dua (Serda) Aprilia Santini Manganang dipastikan sebagai seorang laki-laki. Kelainan bawaan lahir membuat dia dianggap sebagai seorang perempuan. Namun, hasil medis memastikan seluruh organ dalam Manganang seorang laki-laki.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, Manganang akan mengajukan perubahan identitas. Dia akan mengubah nama, layaknya seorang laki-laki.

"Yang jelas Direktur Hukum Angkatan Darat, Brigjen Tetty sudah menyiapkan seluruh dokumen-dokumen untuk kita membantu Sersan Manganang untuk mendapatkan apa yang diinginkan," kata Andika di Mabesad, Jakarta, Selasa (9/3).

Perubahan nama ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang kependudukan. Andika berharap Pengadilan Negeri Tondano akan memberikan dan menetapkan perubahan nama untuk Manganang.

"Dari nama sebelumnya, kepada nama yang nanti akan dipilih oleh Sersan Manganang dan orang tuanya," imbuhnya.

Selain nama, Manganang juga akan mengubah status jenis kelamin. Dari perempuan menjadi laki-laki. "Dengan harapan setelah ini Sersan Manganang bisa menjadi seseorang yang memang ditakdirkan untuknya," pungkas Andika.

Sebelumnya, Serda Aprilia Santini Manganang dipastikan sebagai seorang laki-laki. Hal itu diketahui berdasarkan pemeriksaan medis pada Februari 2021, di Rumah Sakit Angkatan Darat Wolter Monginsidi, Manado, dan RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Hasil pemeriksaan menemukan adanya kelainan dari diri Manganang.

"Seseorang yang diberi nama Aprilia Manganang tidak seberuntung kita semua. Saat dilahirkan dia punya kelainan pada sistem reproduksinya, hipospadia," kata KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa di Mabesad, Jakarta, Selasa (9/3).

Hipospadia adalah suatu kelainan yang dialami oleh bayi laki-laki. Di mana letak lubang kencing pada bayi tidak normal. Pada beberapa kasus ditemukan pula uretra berada di pertemuan antara batang penis dengan kantong buah zakar. Kelainan ini terjadi sejak lahir. Berdasarkan catatan medis, kondisi ini bisa menyerang 4 dari 1.000 bayi laki-laki yang lahir.

Baca juga: Sempurnakan Identitas Jadi Laki-laki, Aprilia Manganang Jalani Operasi

Kelainan hipospadia ini membuat alat vital Manganang berbentuk tidak sempurna. Karena lahir di pelosok, ditambah ayahnya, Akip Manganang hanya berprofesi sebagai buruh perkebunan, dan ibunya Suryati hanya sebagai asisten rumah tangga, membuat kelainan yang diderita Manganang tidak disadari.

Akibatnya, Manganang dianggap lahir sebagai seorang perempuan, karena alat vitalnya lebih mirip ke perempuan dibanding pria. Namun, berdasarkan pemeriksaan ketat yang dilakukan di RSPAD, tidak ditemukan organ internal perempuan di tubuh Manganang. Dia hanya memiliki organ internal laki-laki.

"Hormonal juga begitu, hormon normal, testosteronnya juga diukur sehingga secara faktual dan ilmiah kita yakin Manganang lebih miliki hormonal kategori normal laki-laki," imbuh Andika.

Kendati demikian, Andika memastikan Manganang bukan seorang transgender. Namun, karena kelainan yang dideritanya, membuat orang tua tidak mengetahui jika Manganang seorang laki-laki. Sehingga selama ini dibesarkan sebagai seorang perempuan. "Bukan transgender bukan juga interseks, tidak masuk kategori itu semua. Dan tim dokter pun tahu semu definisinya," pungkas Andika.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/wLPzoH29R5g

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore