
SYARAT MASUK: Petugas mengecek sertifikat vaksinasi warga yang akan menonton lomba dayung di Teluk Youtefa, Jayapura, kemarin. (ANTARA)
JawaPos.com – Klaster Covid-19 yang muncul dari perhelatan PON XX di Papua membuat satgas Covid-19 membikin kebijakan baru.
Mereka menerbitkan adendum kedua dari SE Nomor 17 Tahun 2021 yang khusus memuat ketentuan perjalanan bagi para pelaku PON XX Papua.
Dalam aturan tersebut, seluruh kontingen PON XX Papua 2021, panitia pengawas dan pengarah (panwasrah), anggota KONI pusat, serta pegawai kementerian/lembaga yang mengikuti atau bertugas di kegiatan PON XX Papua wajib melaksanakan protokol kesehatan khusus ketika tiba di daerah asal. Ketentuan protokol kesehatan khusus itu, antara lain, menjalani tes RT-PCR dan bersedia dikarantina selama 5 x 24 jam di fasilitas karantina/isolasi terpusat yang ditunjuk dan disiapkan pemprov bersama satgas Covid-19 setempat.
Jika tes RT-PCR menunjukkan hasil positif, dilakukan perawatan/isolasi di rumah sakit yang ditunjuk pemda. Pada hari ke-4 karantina, dilakukan tes PCR kedua. Jika hasilnya negatif, yang bersangkutan diperkenankan melanjutkan perjalanan dan dianjurkan untuk menjalani karantina mandiri selama 14 hari serta menerapkan protokol kesehatan. Namun, jika hasil RT-PCR kedua menunjukkan positif, dilakukan perawatan/isolasi di rumah sakit yang ditunjuk pemda.
Sementara itu, kasus positif Covid-19 dalam pergelaran PON XX di Papua bertambah menjadi 34 orang. Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, 34 pasien positif Covid-19 tersebut dalam kondisi tanpa gejala. ’’Diharapkan, semua pasien positif bisa segera pulih,” kata Wiku kemarin (7/10). Dia menekankan, seluruh partisipan PON XX Papua wajib menjalankan protokol kesehatan secara ketat saat tiba di provinsi masing-masing.
Kemunculan kasus positif selama PON, lanjut Wiku, langsung ditangani para tenaga kesehatan profesional setempat. Tujuannya, mencegah persebaran kasus terhadap kontingen lain atau masyarakat setempat.
Data per 5 Oktober 2021, terdapat 58 fasilitas isolasi terpusat yang tersebar di Provinsi Papua dengan keterisian 11 persen. Atau tersisa 2.027 tempat tidur. ”Pemerintah setempat akan mengawasi keluar masuknya pasien dan berupaya keras agar setiap pasien yang menjalani isolasi bisa sembuh sepenuhnya,” ujarnya. Selain itu, kata Wiku, pemerintah tetap melakukan whole genome sequencing (WGS) sebagai upaya berkelanjutan untuk memantau varian Covid-19 yang mungkin beredar.
Untuk sisa event PON XX di Papua yang masih berlangsung, Wiku mengungkapkan bahwa pemerintah memperketat monitoring dan evaluasi kepatuhan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. ”Kami juga sudah meminta semua kontingen agar membatasi aktivitas di luar pertandingan,” jelasnya.
Meski kasus Covid-19 mulai muncul, PON tetap berjalan lancar. Tidak ada penundaan. ’’Pertandingan tetap berlangsung, sementara prokes terjaga sesuai aturan-aturan yang telah ditetapkan,’’ kata Menpora Zainudin Amali saat ditemui Jawa Pos seusai hadir di venue menembak di Kampung Harapan, Jayapura.
Zainudin bakal melakukan evaluasi. Dia akan memanggil petugas terkait kasus Covid-19. Dia ingin memastikan bagaimana penanganan yang dilakukan. ’’Saya akan kumpulkan segenap elemen yang terlibat. Kemudian berusaha meminimalkan risiko Covid-19 melalui berbagai strategi. Di antaranya, penegakan prokes ketat,’’ tambah Zainudin.
Atlet dan ofisial yang terpapar Covid-18 harus di-tracing. Dengan siapa mereka berinteraksi. Kemudian melakukan tes kepada orang yang sempat kontak. Selain itu, Zainudin meminta ditelusuri dari mana mereka terpapar virus tersebut. ’’Karena sebelum datang ke Papua, semua (atlet dan ofisial) sudah melakukan tes PCR,’’ tegasnya.
Dia juga meminta para atlet tertib aturan. Tidak melakukan kegiatan di luar arena. Aktivitas hanya bisa dilakukan di penginapan atau hotel. Selain itu, atlet atau ofisial yang merasa bergejala harus segera melapor. Jangan diam saja. ’’Bila bergejala langsung dites antigen, lalu bisa berlanjut PCR. Kalau positif, diisolasi dan dilakukan tracing untuk sekitarnya,’’ katanya.
Sejatinya penerapan prokes selama PON XX sangat ketat. Dari pantauan Jawa Pos, PB PON sangat maksimal mencegah penularan Covid-19. Pada setiap venue, ada pos untuk melakukan swab antigen. Setiap penonton yang ingin masuk wajib menjalani tes usap. Selain itu, penonton wajib menunjukkan bukti dua kali vaksinasi. Jika tidak ada, penonton dilarang masuk.
Bahkan, banyak penonton yang balik kucing. Pertama, karena ogah di-swab. Kedua, karena belum menjalani vaksinasi. Untuk atlet, aturan yang diterapkan juga sangat ketat. Atlet tidak boleh beraktivitas di luar. Selain itu, makanan disuplai dari PB PON. Jadi, semua sudah dikoordinasi dengan baik. (tau/wan/gus/c7/oni)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
