alexametrics

Akses Laut dan Udara ke NTT Masih Tertutup

6 April 2021, 15:28:25 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintah jajaran terkait segera melakukan penanganan terhadap bencana banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang di NTT. Pihaknya telah memerintah kepala BNPB, kepala Basarnas, menteri sosial, menteri kesehatan, menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat, serta panglima TNI dan Kapolri untuk secara cepat melakukan evakuasi dan penanganan korban bencana.

Jokowi telah memperoleh laporan lengkap terkait bencana tersebut dari Kepala BNPB Doni Monardo. Presiden menginstruksi jajarannya bergerak cepat dalam memastikan hadirnya pelayanan kesehatan dan ketersediaan logistik yang baik di lapangan. Serta memenuhi kebutuhan dasar bagi para pengungsi hingga pembangunan infrastruktur yang cepat.

Presiden juga mengingatkan agar seluruh pihak waspada terkait kondisi cuaca. Peningkatan curah hujan di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir harus diwaspadai. ”Perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG dan aparat di daerah,” tuturnya.

Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan Rp 2,6 miliar. Jumlah itu terdiri atas bantuan logistik senilai Rp 1,2 miliar dan sisanya digunakan untuk santunan. Bantuan logistik berupa makanan, perlengkapan keluarga, peralatan evakuasi, serta peralatan sandang. Bantuan dikirim dalam tiga tahap.

Penyaluran bantuan sempat terkendala cuaca badai siklon Seroja di NTT. Sehingga pesawat belum bisa masuk ke NTT dan Larantuka. Akses laut pun masih ditutup. Kendati demikian, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos Syafii Nasution menyatakan, taruna siaga bencana (tagana) telah mengambil peran dalam penanganan bencana bersama unsur-unsur terkait. Tagana bertugas mendata korban, mengevakuasi korban, hingga mendistribusikan logistik. ”Logistik bersumber dari gudang Dinas Sosial Provinsi NTT dan gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur serta belanja langsung,” ungkapnya kemarin (5/4).

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menuturkan, pihaknya akan membangun unit pengelolaan air bersih di lokasi banjir bandang di NTT. PMI juga mengirim mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke pusat-pusat pengungsian. Menurut pria yang akrab disapa JK itu, dalam setiap kejadian banjir bandang, ketersediaan air bersih sangat mendesak. Sebab, banyak sumber air bersih yang rusak diterjang banjir. ”Untuk banjir bandang NTT, kita sudah buat tim,” katanya kemarin.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/lyn/mia/deb/wan/lum/c9/oni



Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads