
TURUN TANGAN: KRI Makassar-590 yang mengangkut BBM dan genset ke Karimunjawa, Kamis (5/1). (JAWA POS RADAR KUDUS)
Photo
GRAFIS-HERLAMBANG/JAWA POS
Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Patraniaga Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho mengatakan, BBM tersebut dikirim menggunakan 20 tangki milik Pertamina. Masing-masing berkapasitas 5 kiloliter. Pengiriman tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan di Karimunjawa yang sedang mengalami krisis BBM. Saat ini stok yang masih ada di sana tinggal BBM jenis dexlite.
Stok untuk biosolar dan pertalite sudah menipis dan sudah masuk dead stock. ”Artinya, stok masih ada, tapi tidak bisa dijual, sekitar 800 sampai 900 liter. Yang masih tersisa sedikit adalah dexlite, sekitar 400 liter, itu data kemarin (Rabu, Red),” terangnya di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
Brasto menambahkan, pengiriman reguler BBM ke Karimunjawa menggunakan SPOB Liang Indah yang biasanya untuk memenuhi kebutuhan di Karimunjawa selama 10 hari hingga dua minggu. Jumlahnya sebanyak 90 kiloliter. Jumlah tersebut hampir sama dengan rata-rata yang dikirim sekarang ini.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto menyatakan, krisis BBM di Karimunjawa sudah terjadi sejak 29 Desember 2022. Menurut dia, krisis yang sebenarnya bukan persoalan pangan, melainkan BBM. ”Hari ini (kemarin, Red) kita mengisi untuk proyeksi BBM selama 15 hari ke depan. Harapannya, setelah 15 hari, tanker yang ada di sini bisa berkirim secara reguler,” katanya.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, bantuan kapal perang sangat membantu pengiriman pasokan BBM di remote area yang terkendala cuaca dan gelombang tinggi. Seperti halnya Pertamina yang armada pengangkutnya tidak bisa berlayar karena gelombang tinggi. Dengan bantuan kapal perang, pasokan BBM bisa segera dikirim. ”Jadi, ini bagian dari cara kita menyelesaikan di remote area dengan kondisi cuaca yang seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Radar Kudus melaporkan, kemarin kapal nelayan KM Ita Kembar Zam Jaya 2 mengirim 3.200 tabung gas elpiji 3 kilogram atau gas melon. Kapal tersebut datang dari Karimunjawa khusus untuk mengambil stok elpiji di Jepara meski cuaca buruk masih berlangsung. Pasalnya, KMP Siginjai yang biasa digunakan mengangkut kebutuhan elpiji masyarakat Karimunjawa hingga saat ini masih bersandar di Pelabuhan Jepara.
Dodi Ardiansah, kapten kapal yang merupakan warga Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, mengetahui ada KRI yang akan diperbantukan untuk mengangkut logistik. Namun, persediaan elpiji di Karimunjawa sudah menipis. ”Itu alasannya tidak menunggu KRI. Kan sudah menipis. Nanti masaknya orang-orang bagaimana?” ujar Dodi. ”Baru pertama ini membawa elpiji dengan kapal nelayan,” ungkapnya.
Selama perjalanan dari Karimunjawa ke Jepara, dia menyebut kondisi gelombang laut masih tinggi. Antara 2 hingga 2,5 meter. ”Juga hujan,” katanya.
Photo
BAWA PASOKAN: Truk pengangkut bahan bakar minyak keluar dari kapal saat tiba di Pulau Karimunjawa, Jepara, Kamis (5/1). (JAWA POS RADAR KUDUS)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
