Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Juni 2021 | 02.34 WIB

PAN Usulkan Pilpres 2024 Lebih dari Dua Paslon

Eddy Soeparno selaku Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ikut turun tangan dalam menindaklanjuti indikasi permainan dana sumbangan capres. - Image

Eddy Soeparno selaku Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ikut turun tangan dalam menindaklanjuti indikasi permainan dana sumbangan capres.

JawaPos.com - Partai Amanat Nasional (PAN) mengusulkan jika Pilpres 2024 mendatang didikuti tiga pasangan calon. Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan dengan lebih dari dua pasangan, maka masyarakat mempunyai pilihan yang banyak untuk menentukan pemimpinnya selama lima tahun ke depan.

"Alangkah baiknya jika diberikan ada kesempatan bagi pasangan lain, ibaratnya beli mie instan ada banyak brand. Banyak pilihan bisa mencicipi," ujar Eddy dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Sabtu (5/6).

"Dengan lebih banyak pilihan akan semakin semarakan dan matangkan demokrasi kita," tambahnya.

Eddy menuturkan, jika hanya ada dua pasangan calon. Maka dia menakutkan masyarakat tidak tertarik dengan calon yang maju di Pilpres 2024 mendatang.

"Jangan sampai nanti terkungkung pada pilihan yang berhadap-hadapan hanya dua pasangan calon. Sehingga nanti masyarakat bahwa ini tidak menarik," katanya.

Eddy berujar lebih dari dua pasangan calon akan menekan angka golput. Karena masyarakat nantinya akan antusias mencoblos pasangan yang dipilihnya tersebut.

"Jangan sampai nanti karena pilihan saya tidak tertampung akhirnya meningkat angka golputnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani juga mengusulan mengusulkan Pilpres 2024 mendatang sebaiknya diikuti tiga pasangan calon.

Hal ini menurut Arsul, guna mencegah adanya keterbelahan masyarakat seperti yang terjadi di Pilpres 2014 dan 2019 lalu.

"Menurut hemat PPP salah satunya adalah kita perlu mendorong Pilpres diikut lebih dari dua pasang meski konsekuensinya nanti ada putaran kedua," ujar Arsul.

Wakil Ketua MPR ini menambahkan, adanya dua pasangan calon sangat berisiko terjadinya pembelahan. Adanya keterbelahan membuat masyarakat semakin tidak produktif.

Arsul menuturkan PPP akan mencoba merayu partai-partai lain untuk bisa setuju adanya pasangan capres dan cawapres lebih dari satu pasangan. Meskipun nanti risikonya ada putaran kedua.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore