
Ilustrasi pasangan selingkuh. Vixen Daily
JawaPos.com - Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Syamsuddin Haris membenarkan, bahwa pihaknya telah memberikan hukuman etik kepada dua pegawai lembaga antirasuah berinisial SK dan DLS, karena melakukan perselingkuhan.
"Iya benar (pemberian sanksi hukuman etik ke dua pegawai KPK-Red)," ujar Syamsudin Haris saat dikonfirmasi, Selasa (5/4).
Namun demikian, Syamsuddin enggan menjelaskan lebih detail terkait sanksi yang telah diberikan oleh Dewan Pengawas KPK terhadap dua pegawai tersebut.
"Itu saja ya," singkatnya.
Diketahui Dewan Pengawas KPK mengeluarkan putusan Nomor:02/DEWAS/ETIK/02/2022. Dalam putusannya, SK adalah staf informasi dan data di KPK. Sementara DLS merupakan seorang jaksa penuntut umum di lembaga antirasuah.
Putusan Dewan Pengawas KPK ini dikeluarkan pada Kamis 10 Maret 2022, selaku Ketua Majelis Tumpak H Pangabean, sementara Indriyanto Seno Adji dan Syamsuddin Haris selaku anggota Majelis.
Dalam putusannya Dewan Pengawas KPK menyebut SK dan DLS telah terbukti melakukan perselingkuhan atau perzinahan yang dapat diklasifikasi sebagai perbuatan tidak mengidahkan kewajiban nilai dasar integritas.
"Yaitu tidak menyadari sepenuhnya bahwa seluruh sikap dan tindakannya selalu melekat dalam kapasitasnya sebagai Insan Komisi yang bertentangan dengan Pasal 4 Ayat (1) huruf n Peraturan Dewan Pengawas Nomor 3 tahun 2021, tentang Penegakan Kode Etik dan Kode Prilaku KPK," bunyi putusan tersebut.
Dalam putusan tersebut, SK dan DLS juga diberikan sanksi sedang, berupa permintaan maaf secara terbuka karena telah melakukan tindakan perselingkuhan tersebut.
"Menghukum para terperiksa masing-masing dengan sanksi sedang berupa perintaan maaf secara terbuka tidak langsung," kata kutipan putusan itu.
Dewas Pengawas KPK juga merekomendasikan terhadap pejabat pembina kepegawaian untuk memeriksa SK dan DLS. Pemeriksaan guna hukuman disiplin dijalankan dengan baik.
Dalam duduk perkara disebutkan DLS dan SK diadukan melakukan perbuatan pelanggaran perselingkuhan atau perzinaan. Total ada delapan orang yang dimintai keterangan sebagai saksi dalam persidangan etik tersebut, dan tiga orang saksi meringankan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
