alexametrics

Penerbangan Hercules Dikurangi, 9.076 Pengungsi Wamena ke Jayapura

4 Oktober 2019, 15:51:55 WIB

JawaPos.com – Pengungsi dari Wamena ke Jayapura terus bertambah setiap hari. Tercatat hingga Kamis (3/10) kemarin sebanyak 9.076 orang yang mengungsi meninggalkan Wamena, Kabupaten Jayawijaya menuju Jayapura, Papua.

Seperti diberitakan Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group), Komandan Lanud Silas Papare, Marsekal Pertama (Marsma) TNI, Tri Bowo Budi Santoso, mengungkapkan bahwa kemarin merupakan hari kesebelas pihaknya melakukan evakuasi para pengungsi dari Wamena ke Jayapura.

“Hari ini (kemarin,red) kita laksanakan 7 sorty penerbangan dengan mengangkut 1.006 orang pengungsi dari Wamena ke Jayapura. Total pengungsi dari hari pertama sampai hari kesebelas ini berjumlah 9.076 orang,” ungkapnya kepada wartawan di Base OPS Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/10).

“Kami juga melaksanakan penerbangan untuk mengangkut para pengungsi dari Wamena ke Biak, Timika, dan Merauke,” sambungnya.

Tri Bowo mengatakan, pihaknya tetap fokus melakukan evakuasi terhadap para pengungsi perempuan dan anak-anak. Namun hingga saat ini para pengungsi sudah mulai berkurang, sehingga frekuensi penerbangan akan dikurangi. “Sesuai dengan perintah bapak Panglima dan fakta ada yang ada di lapangan bahwa untuk ibu-ibu dan anak-anak sudah relatif berkurang, sehingga untuk sementara penerbangan akan kita kurangi frekuensinya,”ucapnya.

Pihaknya bersama dengan pemerintah daerah ingin agar Wamena tetap hidup dan kehidupan masyarakat bisa kembali normal seperti biasa. Oleh karena itu, pihaknya akan mengimbau masyarakat yang ada di Wamena untuk tetap bertahan. “Rencana kita akan melaksanakan pembersihan secara bersama. Intinya TNI AU siap mendukung kegiatan evakuasi penerbangan bagi masyarakat yang ingin dievakuasi dari Wamena ke Jayapura dan daerah lainnya,” ujarnya.

Dikatakan, pesawat Hercules tetap akan digunakan untuk evakuasi kemanusiaan di Papua. Khususnya di Wamena dalam rangka mengangkut para pengungsi di sana. Tri Bowo mengungkapkan bahwa sesuai dengan perintah Panglima TNI, maka pesawat Hercules tetap akan melakukan evakuasi keamanusiaan di Papua, khususnya di Wamena.

“Perintah dari Panglima TNI, dimana Hercules tidak digunakan untuk kegiatan 5 Oktober, HUT TNI. Tetapi lebih fokus kemanusiaan di wilayah Papua saat ini,” tandasnya.

Hal ini, menurut Tri Bowo, merupakan bagian dari komitmen TNI AU, untuk mendukung proses evakuasi masyarakat yang saat ini mengungsi dari Wamena ke Jayapura dan daerah lainnya yang ada di Papua dan di luar Papua. “Ini satu bukti nyata bahwa pemerintah yang tindaklanjuti oleh kami dari TNI AU, mendukung program pemerintah, untuk menormalisir kegiatan evakuasi di Papua,”ucapnya.

Tri Bowo, berharap dengan dukungan dari TNI AU dan seluruh pihak terkait lainnya dari pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat, maka situasi keamanan bisa segera pulih di Wamena. Agar aktivitas pembangunan dan perekonomian dapat berjalan normal kembali seperti biasa di Lembah Baliem. Para pengungsi yang eksodus ke Jayapura menggunakan pesawat Hercules, ditampung di beberap titik. Salah satunya di Rindam XVII/Cenderawasih.

Editor : Bintang Pradewo



Close Ads