
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif (tengah). Khaerul Izan/Antara
JawaPos.com–Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan api di tangki Kilang Balongan milik Pertamina di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sudah padam. Saat ini, sedang dilakukan pendinginan.
”Alhamdulillah api sudah bisa dipadamkan,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif seperti dilansir dari Antara di Indramayu, Sabtu (3/4).
Menteri Arifin mengatakan, Pertamina masih terus melakukan penanganan di tangki yang terbakar pada Senin (29/3) dini hari. Penanganan tersebut, dilakukan dengan pendinginan untuk menurunkan temperatur agar tidak menimbulkan api kembali.
”Masih dilakukan pendinginan minyak di dasar, sehingga bisa menurunkan temperaturnya,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif.
Beberapa waktu lalu, api yang membakar empat tangki Kilang Balongan sudah bisa berhasil dipadamkan, namun selang beberapa jam kemudian api kembali menyala.
Kejadian tersebut, kata Arifin, karena minyak yang tersisa masih panas dan berkontak langsung dengan udara, sehingga api menyala kembali.
Namun dia memastikan kali ini kebakaran di empat tangki Kilang Pertamina Balongan, sudah bisa diatasi dan dapat dipadamkan.
”Memang beberapa waktu lalu terjadi kebakaran kembali, ini karena minyak masih panas dan terbukanya permukaan cairan serta kontak lagi dengan udara,” terang Arifin Tasrif.
Sementara itu, untuk penyebab kebakaran tangki di Kilang Pertamina Balongan, masih dalam proses investigasi, baik dari internal maupun eksternal. ”Penyebab masih dalam proses investigasi yang dilakukan Pertamina dan juga pihak eksternal,” terang Arifin Tasrif.
Dia menjelaskan, penyebab kebakaran di empat tangki Kilang Pertamina Balongan, juga diharapkan instansi internasional bisa mengkaji apa yang telah terjadi dengan insiden tersebut.
”Kami juga ingin mendapatkan kajian dari instansi internasional yang menangani bidang kecelakaan kerja insiden seperti sekarang ini,” tutur Arifin Tasrif.
Untuk ke depan, kata menteri, Pertamina harus mengkaji dan mengevaluasi sistem kerja yang saat ini diterapkan di seluruh kilang minyaknya. Evaluasi itu dibutuhkan agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di semua kilang yang dimiliki.
”Dari kejadian ini, Pertamina harus melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi apa saja yang diperlukan dari sistem pengamanan kilang-kilangnya. Jadi pelajaran yang diambil dari beberapa kejadian yang terjadi di beberapa kilang, kami minta untuk dilakukan evaluasi,” ucap Arifin Tasrif.
Sebelumnya Pertamina RU VI Balongan sempat menyatakan kebakaran tersebut diduga karena adanya petir yang menyambar di sekitar tangki saat kejadian. Sedangkan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan, kebakaran itu diduga karena adanya kebocoran pipa tangki, namun belum dapat memastikan karena belum dilakukan olah tempat kejadian perkara.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=oVPl5fLa-l4

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
