Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Juni 2020 | 00.08 WIB

Korona Mengintai saat New Normal, Pemerintah: Bukan Bebas Jalan-jalan

Anggota TNI saat memberikan himbauan kepada warga yang antre membeli kebutuhan pokok di salah satu swalayan yang berada di Aeon Mall BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (1/6/2020). Pemerintah Kabupaten Tangerang masih menerapkan peraturan PSBB di semu - Image

Anggota TNI saat memberikan himbauan kepada warga yang antre membeli kebutuhan pokok di salah satu swalayan yang berada di Aeon Mall BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (1/6/2020). Pemerintah Kabupaten Tangerang masih menerapkan peraturan PSBB di semu

JawaPos.com - Masyarakat diminta tidak euforia dalam menyambut situasi New Normal dengan kebablasan. Era new normal atau kehidupan normal yang baru tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Apalagi bagi mereka kelompok rentan seperti lansia dan seseorang yang punya penyakit komorbit.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan, orang tua dengan penyakit komorbit atau anak-anak yang tak terlindungi jika tidak menerapkan adaptasi kebiasaan baru maka sangat mungkin akan menular dan tertular. Maka adaptasi kebiasaan baru mutlak harus dilakukan.

"Basisnya adalah edukasi terus menerus di keluarga. Seperti pada anak, mungkin dia seharian tak keluar rumah. Tapi bisa saja tertular dari saudaranya yang jalan ke mana-mana," jelasnya.

"Normal yang Baru bukan sebuah euforia yang diekspresikan dengan merasa bebas. Bebas untuk melakukan apapun, bebas apapun dengan mengabaikan protokol kesehatan, dan kebiasaan baru. Maka kami minta keluarga melindungi anggota keluarga," tuturnya.

Yurianto mengingatkan saat mal nanti dibuka, bukan berarti bebas jalan-jalan bersama keluarga mengajak para lansia yang rentan. Sebab lansia dan kelompok yang rentan dengan penyakit penyerta akan fatal jika tertular

"Apabila ada pusat perbelanjaan dibuka nanti, bukan berarti miliki kebebasan membawa orang tua kita ke pusat perbelanjaan. Orang tua kita yang punya hipertensi, kencing manis, sakit ginjal, berbondong-bondong ke mal atau bawa balita ke tempat-tempat itu. Resiko akan semakin besar. Kebiasaan baru harus ditanamkan," katanya.

Yurianto juga mengingatkan kehidupan normal yang baru bisa dimulai dalam konteks akses layanan kesehatan. Gunakanlah sosialisasi layanan Telemedicine sebagai jasa konsultasi kesehatan.

"Sehingga tak perlu menunggu di RS. Ini berikan resiko," jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Hc8czC8tFJQ

 

https://www.youtube.com/watch?v=nN4tGnIJgOY

 

https://www.youtube.com/watch?v=LhspcedJex8

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore