Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Mei 2022 | 04.00 WIB

Novel Baswedan Pilih Mudik ke Sidoarjo Sehari Setelah Lebaran

Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah selama memasuki bulan suci Ramadan hingga momentum Hari Raya Idul Fitri telah melakukan serangkaian kebijakan pelonggaran aktivitas, meski masih dalam situasi pandemi Covid-19. Umat muslim bisa dengan lega menunaikan salat secara berjamaah, bahkan kini membolehkan pergi mudik untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Rasa gembira juga tak luput disampaikan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Dia mengucap rasa syukur, ibadah Ramadan kali ini bisa dilakukan dengan khidmat.

"Bagaimana Ramadan sekarang ini ibadah bisa dilakukan bersama-sama, dan itu membangun semangat, membangun keceriaan. Ini kemudian tentunya kita di bulan Ramadan ini ingin menggunakan waktu untuk beribadah semaksimal mungkin, itu kan kita lakukan dengan sungguh-sungguh ketika selesai sampai Idul Fitri tentu menjadi kebahagiaan karena berhasil bisa beribadah dengan sebaik-baiknya di bulan Ramadan," kata Novel dihubungi JawaPos.com, Minggu (1/5).

Setelah berpuasa dan beribadah selama Ramadan, umat muslim berbahagia diakhiri dengan perayaan Lebaran. Momentum Lebaran kali ini, masyarakat bisa berkumpul dan bertemu langsung keluarga di kampung halaman.

"Tentu Idul Fitri setelah dua tahun kita sangat terbatas melakukan pertemuan, melakukan perjalanan, alhamdulillah sekarang ini waktunya lebih diberikan kemudahan. Karena covid sudah mulai terkendali, alhamdulillah," ujar Novel.

ASN Polri bidang Pencegahan ini pun mengaku akan pergi mudik ke Sidoarjo, kampung halaman sang istri, Rina Emilda. Dia menyebut, akan pergi mudik sehari setelah Lebaran, agar bisa lebih fokus menjalani ibadah Ramadan.

"Saya mudik setelah Lebaran, Lebaran di sini biar saya bisa optimal ibadah di bulan Ramadan, setelah Lebaran mungkin baru besoknya ke tempat mertua di Sidoarjo," urai Novel bercerita.

Novel tak menampik, momentum Lebaran 2022 kali ini sangat berkesan. Karena selama dua tahun masyarakat dilarang bertemu langsung dengan keluarga di kampung halaman. Menurutnya, hal tersebut merupakan kegembiraan lebih setelah Indonesia bisa mengendalikan pandemi Covid-19.

"Memang Idul Fitri ini bertemu berkumpul keluarga, yang tadinya cukup dengan zoom atau video call, karena ada keterbatasan. Pada dasarnya rencana-rencana bertemu keluarga itu bisa dilaksanakan, itu kegembiraan yang lebih, kesan lebih yang bisa kita rencanakan," ungkap Novel.

Sebagai ASN Polri bidang pencegahan, Novel tak lupa mengingatkan masyarakat untuk tidak berlarut dalam kegembiraan. Dia mengungkapkan, masyarakat tengah dihadapkan masalah ekonomi, dari kenaikan harga-harga bahan pokok.

"Memang kita tahu bahwa seperti sekarang ini dihadapan kita ada masalah ekonomi, itu terjadi bukan hanya di Indonesia tapi di dunia. Ada kenaikan harga segala macam, kita memang harus antisipasi," papar Novel.

Namun, melalui pertemuan langsung dengan sanak saudara, hal ini diharapkan bisa membantu keluarga yang dihadapkan dengan permasalahan ekonomi. Karena itu, Novel mengharapkan masyarakat tidak berlebihan dalam bergembira merayakan Lebaran.

"Pada dasarnya kegembiraan itu jangan membuat kita berlebihan, yang membuat kita justru malah lupa, ke depan kita perlu diatur efisiensinya yang dengan begitu semoga kita bisa menata. Jangan sampai kita terlalu, bergimbara kondisi dan lain-lain menjadi lebih sulit," pungkas Novel.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore