Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Maret 2018 | 22.45 WIB

Menengok Kebiasaan Nyak Sandang di Kampung Halaman

Nyak Sandang, pemilik bukti obligasi sumbangan pembelian pesawat Dakota RI-001 saat ditemui Presiden Jokowi di Istana. - Image

Nyak Sandang, pemilik bukti obligasi sumbangan pembelian pesawat Dakota RI-001 saat ditemui Presiden Jokowi di Istana.

JawaPos.com – Dalam kepiawaian Nyak Sandang menyimpan surat obligasi pembelian pesawat pertama di Indonesia, ternyata lelaki berumur 91 tahun ini memiliki kemampuan yang tidak disangka-sangka.


Walaupun di masa tuanya ia kesulitan berbicara bahasa Indonesia dan aktif menggunakan bahasa Aceh, Nyak Sandang mahir dalam matematika dan berhitung. Salah satu putranya, Khaidar bercerita kebiasaan dan ayahnya yang memang luar biasa.


“Keseharian bapak saya sibuk dalam bidang pertanian palawija. Ya, insya Allah di Aceh masih luas tanah di Aceh. Kalau soal matematika itu masih kalah kita,” jelas Khaidar kepada JawaPos.com, Kamis (22/3) di Jakarta.


Khaidar menyatakan ayahnya selalu memiliki semangat yang tinggi. Walau tidak aktif lagi dalam pertanian, ia sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dengan anak dan cucu-cucunya, bercanda, dan berbagi kisah pengalaman kehidupannya.


Sebagai informasi, Nyak Sandang memiliki tujuh anak dan sekitar 32 cucu. Banyak yang bertanya, rahasia kesehatan Nyak Sandang sehingga masih dapat berjalan gagah di usia 91 tahun.


Khaidar pun bercerita bahwa ayahnya tidak pernah memakan kuah dengan garam atau campuran bumbu-bumbu.


“Iya ayah itu suka kalau makanannya kering seperti nasi sama ikan, nasi sama ayam goreng. Kering pokoknya, sayur juga tidak dikuahkan kalau dimasak,” jelas Khaidar diakhiri dengan gelak tawa.


Selain itu, ayahnya juga selalu memberikan senyuman terhadap semua orang yang dijumpainya.


Bertemu Presiden adalah Keajaiban


Setelah kedatangan mereka ke Jakarta, Khaidar tidak menyangka cita-cita sang ayah segera terwujud satu per satu.


“Saya nggak nyangka macam mimpi kami itu bisa ke Jakarta. Apalagi ketemu Presiden, itu semua keajaiban Allah. Presiden janjikan pengobatan mata, ya kami syukur Alhamdullilah,” tutur Khaidar.


Mata kanan Nyak Sandang diketahui tidak bisa melihat lagi sejak 2011 dikarenakan gagalnya operasi yang dilakukan. Faktor usia juga membuat fungsi matanya semakin berkurang, meski masih bisa sedikit melihat.


Khaidar menuturkan, ibunya, Fatimah, 88, memang terlihat berat melepaskan kepergian mereka ke Jakarta. Namun, kondisi sang ibu juga tidak memungkinkan untuk menemani.


Meski demikian, keluarga berharap kedatangan Nyak Sandang bisa membawa manfaat untuk banyak orang.


“Saat ke Jakarta ibu tidak ada pesan apa karena ibu sudah sangat lemah, hanya duduk saja bisanya. Bicara nggak bisa lagi dan sudah setengah waras. Jadi, pesan ibu ke bapak tidak ada,” ucap Khaidar.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore