
David Ozora saat meyapa awak media di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Minggu (16/4/2023). David Ozora, korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo direncanakan pulang dari rumah sakit siang ini. Kondisi David sempat koma akibat penganiayaan pada 20 Februari 2
JawaPos.com - Sidang kelanjutan perkara penganiayaan dengan terdakwa Mario Dandy Satriyo Satriyo dan Shane Lukas mengungkap banyak fakta.
Dari pengakuan Jonathan Latumahina yang dihadirkan sebagai saksi di PN Jakarta Selatan pada Selasa (13/6), bahwasannya kondisi David Ozora belum normal.
Jonathan menuturkan, kondisi David Ozora yang menjadi korban penganiyaan atas perbuatan Mario Dandy, belum bisa mandi dan memakai celana sendiri.
”Sampai detik ini belum bisa mandi, belum bisa pake celana sendiri. Kita ada perawat home care 24 jam, ada fisioterapis yang selalu membantu,” ungkap Jonathan yang merupakan ayah David.
Selain kondisi terkini David Ozora, Jonathan juga mengungkap sejumlah ancaman yang diterima putranya sebelum dianiaya Mario Dandy. Salah satunya, Mario mengancam akan menembak. Mario mengancam David dengan cara akan menembak dan menelepon Brimob.
Keterangan itu bermula dari jaksa yang bertanya perihal ancaman dari Mario ke David. Jonathan menyebut ada ancaman yang diketahuinya setelah memeriksa percakapan di handphone David. ”Mengancam itu saya tahu setelah cek HP,” katanya.
Beberapa percakapan dengan Mario yang ada di ponsel David sebagian besar sudah dihapus. ”Ancamannya cukup parah kalau saya bilang. Karena di situ disebutkan akan melakukan penembakan kepada David, akan nelepon Brimob, akan menyelesaikan David,” bebernya.
Menurut Jonathan, percakapan antara David dan Mario itu dilakukan menggunakan ponsel milik terdakwa anak AG. ”Itu melalui pesan WA (WhatsApp) ya?” tanya hakim. Jonathan mengiyakan. ”Di WhatsApp tersebut disebutkan ’Gue Dandy nih’. WhatsApp-nya dengan nomor AG, tetapi di WhatsApp tersebut beberapa kali pelaku ini menyebutkan ’Gue Dandy’,” terang Jonathan.
Selain soal ancaman, Jonathan mengaku saat itu (20/2) sempat didatangi tiga orang yang mengaku sebagai keluarga Mario Dandy Satriyo. Tiga orang itu menyarankan Jonathan agar David dipindah ke rumah sakit lain. Pada akhirnya, pihak Jonathan mengusir tiga orang itu demi fokus memastikan kondisi kesehatan David yang saat itu butuh penanganan segera. (ygi/c17/fal)
Sementara itu, kuasa hukum Mario Dandy Satriyo, Andreas Nahot Silitonga, menyebutkan bahwa kliennya sudah empat kali menawarkan bantuan pengobatan kepada korban atas penganiayaan yang dilakukan terdakwa. ”Mario sudah empat kali menawarkan apa yang bisa dilakukan atas keprihatinan dari perkara ini,” kata Andreas. (ygi/c17/fal)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
