
Sukmawati Soekarnopputri mencium tangan Ketua Umum MUI Ma
JawaPos.com - Setidaknya sudah ada 18 laporan ke pihak kepolisian terkait puisi bernada suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), yang dilakukan oleh putri Presiden pertama Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri.
Lantas apa tanggapan sang kakak Sukmawati, Rachmawati Soekarnoputri banyaknya laporan dari puisi yang berjudul Ibu Indonesia ini?
Saat dikonfirmasi, Rachmawati berharap Bareskrim Polri bisa menyelesaikan kasus adiknya tersebut. Karena sudah jelas puisinya memang mengandung SARA. Dengan membandingkan konde dengan cadar. Kemudian lantunan kindung dengan suara azan.
"Saya mengharapkan agar semua pihak, dan Bareskrim menanggapi dengan serius (kasus Sukmawati)," ujar Rachmawati saat ditemui di Jalan Buncit Raya, Jakarta, Jumat (20/4).
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, kasus Sukmawati sangat berbeda dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Rachmawati mengungkapkan, Ahok yang menistakan agama dengan mengutip Surat Al Maidah ayat 51 itu spontan dan tidak sengaja. Namun kalau Sukmawati itu sengaja menulis puisi tersebut. Bahkan sudah dipublikasikan sejak tahun 2006 silam.
"Nah kalau Sukmawati ini kan sudah jelas tertulis. Ini harus ditanggapi serius oleh pihak kepolisian," katanya.
Walaupun Sukmawati merupakan adiknya. Namun bagi Rachmawati kebenaran dan keadilan harus ditegakan. Apabila adiknya bersalah, maka perlu mendapatkan hukuman.
"Saya ini mempunyai karakter berpihak kepada kebenaran. Jadi apapun tidak berada di koridor kebenaran. Maka saya kritisi," pungkasnya.
Sebelumnya, Sukmawati Soekarnoputri banjir laporan ke kepolisian. Hingga kini total ada 18 laporan polisi terkait kasus bernuansa SARA tersebut.
Sekadar informasi, puisi Sukmawati berjudul "Ibu Indonesia" menimbulkan kontroversi. Puisi yang dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 itu dinilai sejumlah pihak menyinggung karena membandingkan soal azan dan cadar dengan budaya Indonesia.
Sukmawati sendiri telah membantah puisinya bernuansa SARA dan dia telah meminta maaf dan sowan ke sejumlah pihak termasuk pada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
