Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 April 2018 | 04.00 WIB

Rachmawati Minta Laporan Kasus 'Puisi Konde' Adiknya Segera Diproses

Sukmawati Soekarnopputri mencium tangan Ketua Umum MUI Ma - Image

Sukmawati Soekarnopputri mencium tangan Ketua Umum MUI Ma


JawaPos.com - Setidaknya sudah ada 18 laporan ke pihak kepolisian terkait puisi bernada suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), yang dilakukan oleh ‎putri Presiden pertama Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri.


Lantas apa tanggapan sang kakak Sukmawati, Rachmawati Soekarnoputri banyaknya laporan dari puisi yang berjudul Ibu Indonesia ini?


‎Saat dikonfirmasi, Rachmawati berharap Bareskrim Polri bisa menyelesaikan kasus adiknya tersebut. Karena sudah jelas puisinya memang mengandung SARA. Dengan membandingkan konde dengan cadar. Kemudian lantunan kindung dengan suara azan.


"Saya mengharapkan agar semua pihak, dan Bareskrim menanggapi dengan serius (kasus Sukmawati)," ujar Rachmawati saat ditemui di Jalan Buncit Raya, Jakarta, Jumat (20/4).


Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, kasus Sukmawati sangat berbeda dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).


Rachmawati mengungkapkan, Ahok yang menistakan agama dengan mengutip Surat Al Maidah ayat 51 itu spontan dan tidak sengaja. Namun kalau Sukmawati itu sengaja menulis puisi tersebut. Bahkan sudah dipublikasikan sejak tahun 2006 silam.


"Nah kalau Sukmawati ini kan sudah jelas tertulis. Ini harus ditanggapi serius oleh pihak kepolisian," katanya.


Walaupun Sukmawati merupakan adiknya. Namun bagi Rachmawati kebenaran dan keadilan harus ditegakan. Apabila adiknya bersalah, maka perlu mendapatkan hukuman.


"Saya ini mempunyai karakter berpihak kepada kebenaran. Jadi apapun tidak berada di koridor kebenaran. Maka saya kritisi," pungkasnya.


Sebelumnya, Sukmawati Soekarnoputri banjir laporan ke kepolisian. Hingga kini total ada 18 laporan polisi terkait kasus bernuansa SARA tersebut.


Sekadar informasi, puisi Sukmawati berjudul "Ibu Indonesia" menimbulkan kontroversi. Puisi yang dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 itu dinilai sejumlah pihak menyinggung karena membandingkan soal azan dan cadar dengan budaya Indonesia.


Sukmawati sendiri telah membantah puisinya bernuansa SARA dan dia telah meminta maaf dan sowan ke sejumlah pihak termasuk pada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.‎


Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore