Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menyampaikan sambutan di sela buka bersama ormas, OKP, dan mahasiswa di Jakarta pada Kamis (26/2). (Polri)
JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan kembali komitmen Korps Bhayangkara untuk memberi ruang kepada semua pihak untuk menyampaikan kritik.
Termasuk kritik yang disampaikan oleh organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), dan mahasiswa.
Hal itu ditegaskan oleh Jenderal Sigit usai mengajak ormas, OKP, dan mahasiswa berbuka puasa bersama pada Kamis (26/2).
Orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu berjanji akan terus memberikan ruang kepada semua pihak yang hendak mengkritik Polri.
”Tentunya kita selalu tetap memberikan ruang bagi teman-teman, para pemuda, mahasiswa untuk terus bersuara karena itu bagian dari kehidupan demokrasi,” ungkap Sigit kepada awak media di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan (Jaksel).
Menurut dia, sudah menjadi kewajiban bagi Polri untuk mendengarkan setiap kritik, masukan, dan saran.
Dia menyatakan bahwa instansinya tidak menutup diri untuk dievaluasi. Sebab, berangkat dari situ Polri akan menjadi organisasi yang lebih baik di masa depan.
”Polri siap juga untuk selalu dievaluasi dan dikritik untuk supaya bisa mengantarkan Polri sesuai dengan mandat dan amanat reformasi menjadi civilian police yang bisa dekat dan dicintai masyarakat. Oleh karena itu, saya titip agar institusi ini terus dijaga dan dirawat,” ujarnya.
Kepada awak media, Sigit menyampaikan bahwa buka puasa bersama ormas, OKP, dan mahasiswa merupakan salah satu bagian dari upaya merajut persatuan dan kesatuan di antara anak bangsa.
Tujuannya tidak lain untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan seluruh program yang tertuang dalam Asta Cita.
”Kegiatan ini bagian dari upaya kita untuk terus merajut persatuan dan kesatuan untuk bisa mendukung apa yang menjadi program pemerintah,” ujarnya.
Sigit menjelaskan kembali, situasi global saat ini sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu, semua pihak harus bersiap berhadapan dengan segala implikasi atas situasi tersebut.
Dia menilai, kesatuan dan persatuan sangat penting. Sebab, tanpa itu akan sulit menghadapi berbagai tantangan di tengah situasi global saat ini.
”Kita bersama-sama harus bersatu, bahu-membahu untuk menjaga agar negara ini tetap bisa bertumbuh dengan baik karena stabilitas kamtibmas itu menjadi salah satu modal utama sebagai prasyarat untuk kita bisa melaksanakan pembangunan,” tegasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
