Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. (Istimewa)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menilai Indonesia sudah waktunya menjadi negara maju. Menurutnya, bangsa ini harus bergerak maju untuk keluar dari zona medioker.
Hal itu disampaikan Muhaimin saat menghadiri Stadium Generale bertema Ekonomi Inklusif untuk Indonesia Naik Kelas di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, Rabu (11/2).
“Kita tidak boleh lagi tanggung. Indonesia harus benar-benar naik kelas, hari ini dan di masa yang akan datang,” kata Muhaimin.
Dia menyampaikan penghargaan atas terbitnya buku karya Dhani Amrul Ichdan, Wakil Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), yang dieditori oleh Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani.
“Kolaborasi Pak Dhani dan Pak Reda ini melahirkan karya intelektual yang langka, tajam, analitis, berani menawarkan gagasan baru, dan membumi bagi kepentingan masa depan bangsa,” imbuhnya.
Ketua Umum PKB ini beranggapan sinergi lintas sektor dan lintas generasi perlu dilakukan untuk mendorong cita-cita besar Indonesia naik kelas. Baginya, tidak ada satu negara maju pun yang hanya mengandalkan sumber daya alam.
Kekayaan alam, menurutnya, bersifat terbatas dan tidak cukup menjadi fondasi kemajuan jangka panjang. “Negara maju lahir dari industrialisasi dan hilirisasi yang ditopang ilmu pengetahuan, teknologi, serta masyarakat yang berdaya,” jelasnya.
Karena itu, ia memperkenalkan pendekatan DAI: Distinktif, Adaptif, dan Inklusif. Distinktif, yakni membangun keunggulan khas nasional, bukan sekadar meniru negara lain. Adaptif, yakni tanggap terhadap perubahan global, termasuk transisi energi, digitalisasi, dan disrupsi ekonomi dunia.
"Dan Inklusif, yakni memastikan industrialisasi melibatkan masyarakat luas, terutama masyarakat sekitar kawasan industri, agar tidak hanya menerima dampak, tetapi menjadi bagian integral dari peningkatan kualitas hidup dan kemajuan ekonomi," tegasnya.
Dia menegaskan,ekonomi inklusif adalah prasyarat utama agar pertumbuhan tidak hanya dinikmati segelintir pihak. Perlu ada pemerataan kesejahteraan agar rakyat benar-benar memiliki kehidupan yang layak.
“Industri harus menjadi alat pemberdayaan masyarakat. Jika rakyat terlibat dan berdaya, maka Indonesia naik kelas bukan sekadar slogan, tetapi kenyataan,” pungkasnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
