Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Juni 2023 | 20.03 WIB

Mahfud MD Minta Koalisi Pro Anies Kompak Agar Tak Dijegal di Internalnya Sendiri

Menko Polhukam Mahfud Md menggelar rapat koordinasi bersama Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Senin (29/5/2023). Rapat ini membahas sinergitas pemerintah dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan - Image

Menko Polhukam Mahfud Md menggelar rapat koordinasi bersama Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Senin (29/5/2023). Rapat ini membahas sinergitas pemerintah dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan

 
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD merespons kekhawatiran kelompok bakal calon presiden (Capres) Anies Baswedan soal isu penjegalan. Hal ini mencuat setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan cawe-cawe di Pemilu 2024.
 
"Ndak ada, itu isu politik, itu bagian dari perlombaan kontestasi politik, yang mengatakan itu menjegal mungkin biar pendukungnya muncul atau mungkin biar yang milih sedikit, kalau pemerintah tidak berkehendak," kata Mahfud di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) Kamis (1/6).
 
Mahfud menegaskan, pemerintah tidak ada upaya untuk menjegal salah satu bakal capres. Mahfud justru mengingatkan kepada kelompok pendukung Anies Baswedan agar tak dijegal di internalnya sendiri.
 
 
"Ndak ada menjegal, malah saya katakan kepada dia, kamu harus usahakan didalam berbagai forum agar koalisi yang mendukung Anies itu kompak, agar Anies tidak dijegal oleh internalnya sendiri," tegas Mahfud.
 
Mahfud pun memastikan tidak ada upaya penjegalan yang dilakukan pemerintah. Namun, memberikan hak kepada setiap bakal capres untuk maju pada Pemilu 2024.
 
"Kalau pemerintah ndak, kita lindungi haknya," klaim Mahfud.
 
Sebelumnya, bakal Capres dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan mengaku menerima banyak pesan terkait  kekhawatiran usai Presiden Jokowi melontarkan ucapan akan cawe-cawe demi bangsa dan negara, termasuk soal Pemilu 2024.
 
 
"Jadi merespons pemberitaan yang mengungkapkan bahwa Presiden mengambil sikap untuk akan bersikap tidak netral dan akan cawe-cawe. Semenjak semalam sampai tadi siang kami banyak sekali menerima ungkapan aspirasi dan kekhawatiran," ucap Anies di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Selasa (30/5).
 
Anies menyebut, sejumlah ungkapan kekhawatiran itu diterima Anies dan kelompok Koalisi Perubahan. Isu itu dari berupa penjegalan hingga potensi tak netralnya Pemilu 2024.
 
"Ada yang mengungkapkan kekhawatiran penjegalan, ada yang mengungkapkan kekhawatiran kriminalisasi, ada yang kekhawatiran tentang tidak netralnya penyelenggaraan pemilu, ada kekhawatiran tentang caleg-caleg yang mungkin dapat diperlakukan tidak fair, partai-partai yang dapat perlakuan tidak fair, calon-calon presiden yang dapat perlakuan tidak fair," pungkas Anies.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore