
Menko Polkam Djamari Chaniago saat berkunjung ke KBRI Malaysia akhir pekan lalu. Dia menyoroti persoalan PMI tanpa dokumen resmi di Malaysia. (Kemenko Polkam)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago meminta seluruh petugas diminta siap siaga selama pengamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Perintah itu bukan hanya urusan lalu lintas dan mobilitas masyarakat, para petugas juga diminta mengantisipasi bencana alam.
Saat ini pemerintah masih concern menangani bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera. Baik Aceh, Sumatera Utara (Sumut), maupun Sumatera Barat (Sumbar). Namun demikian, bukan berarti bencana alam yang terjadi di wilayah lain tidak mendapat atensi. Petugas juga dikirim ke lokasi terdampak bencana di Jawa, Bali, dan Kalimantan.
”Banjir dan longsor di Sumatera, bahkan di Jawa Tengah, telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur luas sehingga dibutuhkan respons dan perhatian serius dari kita semua,” ungkap Djamari kepada awak media di Jakarta pada Rabu (24/12).
Untuk itu, Djamari menekankan kembali pentingnya kesiapsiagaan para petugas lintas sektor. Kepada seluruh unsur pimpinan dan pemangku kebijakan di daerah, dia mengingatkan agar mereka bekerja kompak dan terpadu. Menurut dia, kekompakan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di seluruh daerah Indonesia.
”Jangan sampai keterlambatan kita melakukan pengamanan dan pertolongan terjadi karena kita tidak siap dari sejak awal,” ujarnya.
Purnawirawan TNI itu menekankan agar para petugas itu memberikan jaminan kenyamanan dan ketentraman kepada seluruh masyarakat yang merayakan Natal dan menikmati libur panjang akhir tahun. Dia ingin ratusan ribu personel gabungan yang sudah tergelar melaksanakan tugas secara terpadu, antisipatif, dan humanis dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta stabilitas keamanan nasional.
”Berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, pengamanan Natal dan Tahun Baru dilaksanakan secara terpadu, antisipatif, dan humanis dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta stabilitas keamanan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Djamari pun mengingatkan potensi kerawanan yang harus diantisipasi secara serius dan terpadu, terutama selama arus mudik dan arus balik berlangsung. Mengingat mobilitas masyarakat selama libur Nataru sangat tinggi. Sehingga ada potensi kemacetan dan kecelakaan kecelakaan lalu lintas serta gangguan keamanan berupa kejahatan jalanan dan praktik premanisme.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
