
Ustadz Evie Efendi. (Istimewa)
JawaPos.com - Ustadz Evie Efendi, penceramah asal Bandung, Jawa Barat, harus berurusan dengan masalah hukum usai dilaporkan ke polisi oleh anak kandungnya sendiri berinisial NAS.
Laporan tersebut kini sudah memasuki babak baru setelah penyidik dari Polrestabes Bandung menetapkan ustadz Evie Efendi sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Dalam waktu dekat, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap Evie Efendi dengan status baru sebagai tersangka. Jika beberapa kali dilakukan pemanggilan yang bersangkutan tidak kunjung kooperatif, tidak menutup kemungkinan ustadz Evie Efendi bakal dilakukan penjemputan paksa.
Untuk mengetahui lebih lanjut terkait sosok ustadz Evie Efendi, berikut profil singkatnya:
Ustadz Evie Efendi merupakan penceramah asal Bandung, Jawa Barat. Dia dikenal dengan gaya dakwahnya yang menghibur dengan logat Sunda kental. Dia memiliki ciri khas kerap mengenakan kupluk dan menggunakan bahasa sederhana, bahkan terkadang terdengar puitis saat berceramah.
Evie Effendi lahir di Bandung, 19 Agustus 1976. Saat ini dia berusia 49 tahun. Tak hanya berceramah di Bandung, dia juga kerap muncul di layar televisi.
Evie Effendi merupakan lulusan SMP 49 Bandung. Dia memang tidak memiliki latar pendidikan Islam khusus selayaknya para santri. Dia pernah mondok di pesantren namun tidak lama karena terbentur oleh kebutuhan finansial di mana dia harus bekerja.
Evie Effendi memutuskan hijrah menjadi penceramah berangkat dari keresahan dan kegelisahan yang tidak kunjung terjawab dalam hidupnya.
Dalam sebuah kesempatan, Evie Effendi pernah bercerita bahwa dirinya pernah masuk penjara. Setelah bebas, dia kemudian mengikuti sejumlah acara kajian agama yang kemudian membuatnya mantap untuk meniti hidup di jalan agama.
Gaya ceramahnya lebih mengajak orang berdiskusi, bukan menggurui. Hal ini membuat Evie Effendi disukai di kalangan anak-anak muda. Dia pun kerap mengajak para pemuda untuk hijrah karena kematian bisa datang setiap saat.
Evie memiliki julukan ustadz Gapleh (gaul tapi sholeh). Ceramahnya tak hanya menyinggung tentang agama, tapi juga menyinggung tentang apa yang menjadi keresahan dari para remaja.
Ustadz Evie Effendi mendudukkan dirinya sebagai pendosa. Hal ini membuat para jamaah yang memiliki latar belakang kurang baik tidak malu untuk ikut serta dalam jamaahnya.
Akun media sosialnya juga dimanfaatkan sebagai sarana dakwah. Evie Effendi kerap mengunggah konten tentang ajakan akan kebaikan di akun media sosialnya.
Sebelum menjadi penceramah, Evie Effendi sempat bekerja di sebuah pabrik dan berlangsung selama kurang lebih 15 tahun.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
