HIV Virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4.
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP, Charles Honoris, menyampaikan keprihatinannya terhadap para penyintas HIV/AIDS yang masih menghadapi stigma dan diskriminasi di Indonesia. Ia mengungkapkan, dirinya kerap menerima laporan mengenai sulitnya akses layanan kesehatan, termasuk pengobatan bagi penderita HIV/AIDS.
“Saya sangat mengetahui bahwa teman-teman hari ini yang statusnya HIV positif, hidupnya tidak mudah di negeri ini. Saya masih mendapatkan banyak sekali keluhan terkait dengan akses mendapatkan obat, adanya diskriminasi, dan lain-lain,” kata Charles kepada wartawan, Rabu (3/12).
Charles menegaskan, layanan kesehatan merupakan hak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Karena itu, ia meminta pemerintah dan tenaga kesehatan memastikan pelayanan yang inklusif dan bebas stigma.
“Layanan kesehatan adalah hak semua warga negara, dan tentunya tidak boleh ada diskriminasi sama sekali,” tegasnya.
Senada, Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, turut mengkritik berbagai bentuk diskriminasi yang masih dialami para pengidap HIV/AIDS. Ia menilai tidak ada alasan untuk mempersalahkan pasien atas penyakit yang mereka derita.
“Semua itu enggak pengen sakit, semua pengen sehat. Semua rakyat punya hak sehat yang sama, itu yang harus kita tekankan,” ujar Ribka.
Ribka mengungkapkan, PDIP terus mendorong agar penyintas HIV/AIDS mendapat jaminan kesehatan memadai dari pemerintah. Ia prihatin karena banyak pasien yang masih harus berjuang keras sekadar untuk menebus obat di rumah sakit.
“Kadang-kadang mereka tebus obat aja mengalami diskriminasi, misalnya dari jam 5.00 pagi pulang jam 16.00 sore, kadang bawa bekal dulu,” tuturnya.
Ia menambahkan, peran BPJS sangat penting bagi para pengidap HIV/AIDS, mengingat pengobatan yang bersifat jangka panjang dan membutuhkan biaya besar.
“Yang belum punya BPJS kita akan usahakan punya BPJS, karena itu kan pengobatan panjang, seumur hidup harus terus berobat. Ya, mahal juga obatnya,” pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
